Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN bahaya polusi udara bahkan terhadap janin terungkap dari penelitian tim Universitas Hasselt, Belgia. Studi yang mereka lakukan terhadap 28 perempuan dari daerah berpolusi udara menemukan adanya partikel partikel karbon hitam di dalam plasenta janin yang dikandung.
Hasil penelitian tersebut di situs jurnal ilmiah Nature Communications, Selasa (17/9).
Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa pada 10 perempuan yang tinggal di daerah berpolusi tinggu, kandungan karbon hitam pada plasenta mereka rata-rata mencapai 2,42 mikrogram per meter kubik. Sementara pada perempuan yang hidup di lingkungan yang paling tidak berpolutan, partikel karbon hitam nyatanya masih juga ditemui, yakni rata-rata 0,63 mikrogram per meter kubik.
Karbon hitam berasal dari pembakaran bahan bakar fossil maupun kayu. Di perkotaan, karbon hitam banyak ditemukan di asap knalpot kendaraan dan masuk ke dalam tubuh ibu lewat saluran pernafasan.
Selama ini karbon hitam sudah sering dikaitkan dengan berbagai jenis kanker dan diketahui merusak jantung, otak, paru-paru dan kesuburan. Namun belum diketahui jika paparan karbon tersebut juga dapat masuk ke janin dalam kandungan.
Dari para perempuan dalam penelitian ini, lima melahirkan sebelum mereka mencapai masa penuh dan 23 perempuan mencapai masa kehamilan normal.
Meskipun efek polusi tidak dipahami secara komprehensif, tim peneliti mengatakan telah mengamati karbon yang merusak DNA pada anak-anak yang belum lahir. Ini dapat memicu proses yang disebut metilasi atau mutasi yang menyebabkan tumor tumbuh dan terkait dengan kondisi lain seperti multiple sclerosis dan diabetes.
Profesor di King's College London Andrew Shennan, yang tidak terlibat dengan penelitian ini, mengatakan, "partikel kecil, seperti yang ada saat merokok, dapat menyebabkan penyakit yang cukup terkait dengan plasenta, dan temuan partikel dalam plasenta ini menjadi perhatian. Kemungkinan efeknya pada bayi dan ibu memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Tekanan darah tinggi dan sesuai dalam kehamilan yang dikaitkan dengan polusi rumah tangga."
Profesor di Associate University of Auckland Jennifer Salmond menambahkan, "anak-anak sangat rentan terhadap kualitas udara yang buruk selama perkembangan janin, dan dalam beberapa tahun pertama kehidupan ketika paparan dapat menghasilkan perubahan seumur hidup untuk perkembangan dan kerusakan permanen pada jaringan paru-paru,".
Penelitian tersebut tentunya juga harus menjadi perhatian berbagai pihak di Indonesia. Penelitian ini dapat memberi gambaran akan dampak sangat buruk dari terus terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terhadap kesehatan ibu dan janinnya. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved