Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECEMASAN dan kegelisahan yang diidap perempuan saat hamil bisa mengakibatkan gejala hiperaktif pada sang anak saat mereka berusia 16 tahun. Begitu menurut studi yang dipresentasikan pada Kongres ECNP di Kopenhagen, Denmark.
Para ilmuwan sebelumnya telah mengetahui bahwa kondisi janin dan masa awal bayi memiliki efek jangka panjang untuk kesehatan pada fase selanjutnya.
Penelitian lanjutan kemudian dilakukan terhadap 3000 anak-anak di Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC). Hasilnya menunjukkan kecemasan ibu berhubungan dengan hiperaktif anak. Hasil itu juga menunjukkan adanya kaitan kecemasan ibu dengan gejala ADHD (gangguan mental susah memusatkan perhatian), meski lebih lemah.
"Ini adalah pertama kalinya sebuah penelitian menunjukkan bahwa kecemasan terkait dengan hiperaktifitas anak di kemudian hari tetapi tidak terkait dengan kurangnya perhatian," terang pemimpin penelitian Blanca Bolea sebagaimana dilansir sciencedaily.com (13/9).
ALSPAC adalah proyek jangka panjang yang berbasis di Bristol UK. Proyek itu memungkinkan para ilmuwan meneliti kesehatan anak-anak berubah seiring waktu.
Penelitian itu melibatkan 8.727 ibu pada periode antara awal kehamilan dan anaknya mencapai usia 5 tahun. kecemasan mereka diukur dari gejala fisik seperti berkeringat, gemetar, pusing, dan insomnia.
Para peneliti lalu mengelompokkan tingkat kecemasan ibu dalam tiga klasifikasi yakni kecemasan rendah, kecemasan sedang, dan kelas kecemasan tinggi. Pengelompokan itu didasarkan pada seberapa sering ibu melaporkan tanda-tanda kecemasan fisik.
"Ini menunjukkan bahwa tekanan yang dialami seorang ibu dapat muncul pada anaknya hampir satu generasi kemudian, perlu dicatat bahwa semua ibu melaporkan peningkatan kecemasan selama kehamilan. Sekitar 28% wanita yang kami uji menunjukkan sedang atau tinggi," tambah Bolea yang juga menjadi sisten professor di Universitas Toronto Kanada.
Para peneliti kemudian mengamati tes perhatian pada anak-anak yang telah berusia 8 setengah tahun. Peneliti menemukan tidak ada perbedaan pada kemampuan memperhatikan anak, meski ada perbedaan tingkat kecemasan ibu.
Sebaliknya, pengujian pada lebih dari 3.999 anak-anak pada usia 16 menunjukkan perbedaan signifikan dalam gejala hiperaktif, tergantung pada seberapa cemas ibunya.
Rata-rata, anak dari ibu yang memiliki kecemasan sedang atau tinggi menunjukkan gejala hiperaktif dua kali lebih tinggi dibanding ibu dengan kecemasan rendah. Sebesar 11% anak dari ibu dengan kegelisahan tinggi dan 11% anak dari ibu dengan kegelisahan sedang menunjukkan gejala hiperaktif. 5% anak dari ibu dengan kecemasan rendah yang menunjukkan gejala hiperaktif. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved