Produser TIME Berbagi Ilmu Film Dokumenter di Jakarta

Suryani Wandari
17/7/2019 15:40
Produser TIME Berbagi Ilmu Film Dokumenter di Jakarta
Produser video TIME, Spencer Bakalar.(spencerbakalar.com)

MESKI tidak sepopuler film fiksi, film dokumenter tetap merupakan bentuk sinema yang penting. Lewat film dokumenter, berbagai peristiwa dapat tersampaikan lebih utuh dan menyentuh banyak orang.

Di sisi lain, membuat film dokumenter memiliki tantangan tersendiri, terutama jika berkaitan dengan peristiwa yang sudah cukup lampau dan menyangkut sosok-sosok yang sulit dipublikasikan.

Di acara 'Ngobrol Film, bersama Spencer Bakalar' yang diadakan Eagle Institute di Gedung Media Group, Jakarta, Senin (15/7), pelaku dan penggemar film dokumenter mendapatkan pengalaman berharga dari produser Time yang juga memproduseri film dokumenter Firsts, Spencer Bakalar.

Firsts berisi kompilasi wawancara dengan para tokoh perempuan Amerika Serikat yang mendobrak profesi yang selama ini didominiasi laki-laki. Diantara 50 sosok perempuan yang diangkat adalah mantan astronot NASA - Kathryn Dwyer Sullivan, penyanyi dan penari Rita Moreno, mantan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley hingga ratu talkshow Oprah Winfrey.

"Projek ini terinspirsi dari wawancara bersama Hillary Rodham Clinton,  wanita pertama yang menjadi calon presiden AS dan aku ingin menggali sosok perempuan hebat lainnya yang tersembunyi," kata Bakalar.

Tidak bekerja sendiri, Bakalar dibantu oleh Diane Tsai untuk menggarap video dan sedangkan foto digarap Luisa Dörr. Mereka membutuhkan waktu  dua tahun, ditambah proses edit 8 bulan, hingga film itu selesai.

"Film dokumenternya itu bisa sangat emosional menyentuh para penonton karena saya juga menikmati proses wawancara dengan tokoh hebat tersebut. Saya berbincang sepersonal mungkin dan memberikan kepercayaan penuh untuk narasumber," lanjutnya.

Film buatannya ini semakn menarik kala terselip visual masa lampau yang didapatkannya bukan tanpa halangan. "Video beberapa orang misalnya harus dibayar tak murah hanya untuk diambil 2 detik saja, tapi ada pula yang memberi gratis video dokumentasinya itu, NASA salah satunya," ungkapnya

Bakalar dan tim juga harus mengatasi waktu dan teknis wawancara yang terbatas. Maka ada pula pengambilan foto dan gambar yang dilakukan dengan gawai. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya