Koboy Kampus Curahan Isi Hati Pidi Baiq

Retno Hemawati
04/7/2019 14:55
Koboy Kampus Curahan Isi Hati Pidi Baiq
Para pemain Koboy Kampus(MNC Pictures)

PIDI Baiq, seperti sebuah berlian yang tersembunyi di balik gempita etalase toko perhiasan. Mungkin, banyak yang tidak mengetahui, sejak dahulu ia sebenarnya memiliki sebuah anugerah, mengolah kata, merangkai prosa dan membuat alunan syair menjadi nada yang bisa memanjakan telinga.

Baru kali ini Pidi akan blak-blakan tentang jati dirinya di masa pencarian, dengan pemikiran dan ide-ide gilanya saat itu melalui film Koboy Kampus. Istilah itu dikenal di sekitar kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) era 90-an. Melalui sebuah lagu yang dinyanyikan The Panasdalam, grup bank bentukannya sejak tahun 1995. Hingga akhirnya tergagas sebuah negara yang terdengar konyol, Negara Republik Kesatuan The Panasdalam. Pidi Baiq merupakan mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ITB saat itu.

Bukan sekadar ilustrasi, namun itu bentuk dari isi hati sebagian mahasiswa ITB, yang lebih memilih mengkritisi pemerintahan di era Orde Baru tersebut dengan sisi kreatif, daripada turun ke jalan yang sudah dipandu mahasiswa lain dengan suara lantang. Negara The Panasdalam pun tak kalah lantang sebagai sebuah negara fiktif, meski di awal pembentukannya hanya tercatat 18 warga saja. Lalu, bagaimana kehidupan di negara fiktif tersebut? Bagaimana juga dengan aturan kenegaraannya?

Koboy Kampus, film bergenre drama musical itu merupakan produksi kerjasama antara 69 Production dan MNC Pictures yang diperankan oleh Jason Ranti (Pidi Baiq), Ninuk (Ricky Harun), Deni (Bisma Karisma), Erwin (David John), Dikdik (Miqdad Auddasy) dan sejumlah pemain lainnya. Sementara itu Pidi Baiq menggandeng Tubagus Deddy untuk kolaborasi sebagai penulis skenario dan sutradara.

Seakan ingin memberikan kejutan, pihak MNC Pictures dan 69 Production meluncurkan sekaligus tiga produk kreatifnya sebelum pemutaran film Koboy Kampus pada 25 Juli 2019 mendatang. Official trailer, poster dan novel Koboy Kampus, sekaligus melengkapi pengenalan karakter di film yang mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia akan bernostalgia di era Orde Baru. (M-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya