Berolahraga di Usia Paruh Baya Turunkan Resiko Kematian

Tosiani
28/6/2019 22:40
Berolahraga di Usia Paruh Baya Turunkan Resiko Kematian
Para manula tetap aktif berolahraga.(AFP)

SEBUAH penelitian di Inggris menunjukan, banyak berolahraga di usia paruh baya dapat mengurangi resiko kematian dini. Penelitian dilakukan pada 15.000 warga yang berolahraga selama 2,5 jam seminggu, resiko kematiannya berkurang 13 tahun ke depan.

Dikutip dari Daily Mail, mereka yang berolahraga akan menjadi lebih aktif, sehingga resiko kematiannya turun hingga 42 persen. Karenanya tetaplah menjadi bugar meski sudah tanpa aktivitas. Minimal 150 menit olahraga dengan intensitas sedang dalam seminggu, seperti bersepeda, jalan cepat, berenang, atau berkebun.

Penelitian ini dilakukan tim dari Universitas Cambridge terhadap 14.599 pria dan wanita yang berasal dari Norfolk selama delapan tahun untuk mempelajari fluktuasi tingkat aktivitas mereka. Tim juga memantau mereka selama 13 tahun berikutnya untuk melihat bagaimana perubahan berdampak pada kesehatan. Temuan dipublikasikan dalam British Medical Journal (BMJ).

Selama masa studi itu terdapat 3.148 kematian, dimana 950 diantaranya disebabkan penyakit kardiovaskular dan 1.091 karena kanker. Temuan ini memberi harapan pada jutaan orang Inggris paruh baya yang tidak cukup olah raga. Mereka dapat memperoleh manfaat panjang umur jika menjadi lebih aktif. Juga memberi dukungan pada manfaat kesehatan masyarakat luas dari aktivitas fisik.

June Davison, Perawat Jantung Senior di British Heart Foundation, mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk aktif meski di masa lalu kurang olahraga dan apakah memiliki penyakit jantung atau tidak.

"Potensi manfaat dari melakukan aktivitas fisik secara teratur di usia paruh baya dan setelahnya sangat besar. Strategi kesehatan masyarakat perlu fokus pada pencegahan penurunan aktivitas fisik," katanya. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya