Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAICHING: Menurutnya, film Bridezilla cocok ditonton pasangan yang belum menikah karena bisa memberi masukan bagi mereka. bagi pasangan menikah, juga cocok untuk ajang nostalgia.
AKTOR Rio Dewanto, 31, punya cara dalam mengingatkan syndrom prapernikahan yang biasa dialami calon mempelai. Pesan tersebut ia sampaikan melalui perannya sebagai Alvin di film Bridezilla yang bakal tayang Agustus mendatang.
Film tersebut menggambarkan kisah persiapan sebuah pesta pernikahan indah dan sakral yang diidam-idamkan. "Semua orang pasti punya pernikahan impian. Bedanya, laki-laki tak banyak yang harus dipikirkan. Sementara itu, perempuan lebih estetika. Mulai dari kue yang tinggi. Tapi, kadang itulah awal mulanya muncul sindrom," kata suami Atiqah Hasiholan itu di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, munculnya kekhawatiran atas pernikahan dalam film tersebut sangat nyata dialami banyak orang. Karena itu, banyak pasangan pengantin mempercayakan wedding organizer (WO) untuk mengurusi pernikahan mereka.
Di film yang diproduksi Visinema Pictures tersebut, Rio beradu akting dengan Jessica Mila yang berperan sebagai Dara, pacar yang akan dinikahinya. Dara mempunyai mimpi pernikahan mewah, sehingga harus berpikir keras agar pernikahannya menjadi yang terhebat.
Bagi Rio, yang menjadi tantangan di film ini ia harus menjadi seorang yang berumur 10 tahun lebih tua dari umur sebenarnya sekarang. "Di sini saya harus memosisikan diri di usia 10 tahun lebih tua. Jadi saya harus berpikir tentang cara komunikasi maupun cara berpikir," lanjut Rio.
Menurutnya, Bridezilla sangat cocok ditonton pasangan yang belum menikah, karena sangat mungkin menjadi masukan bagi mereka. Pasangan yang sudah menikah sekalipun, lanjut Rio, juga cocok menyaksikannya, karena bisa menjadi ajang nostalgia.
Urus keuangan
Peran sebagai pengantin rupanya membuka kembali kenangan Rio atas perikahannya dengan Atiqah pada 2013. Menurutnya, pelaksanaan pernikahannya di Pulau Kelor, Kabupaten Kepulauan Seribu, itu lumayan ribet dan bisa dibilang out of the box.
"Waktu saya nikah pun pakai WO. Cukup tertantang, karena saya menikah di Pulau Kelor. Harus bawa perlengkapan dengan kapal, belum lagi kalau sore harus terombang-ambing," kenangnya.
Ditanya tentang alasannya melaksanakan pernikahan di pulau itu, Rio menyatakan ingin turut andil dalam mempromosikan sebuah tempat yang bisa menjadi destinasi wisata andalan DKI Jakarta. "Tapi sepertinya sesudah saya, tidak ada lagi yang menikah di sana," kata Rio.
Meski demikian, ia bersyukur karena berkat pernikahannya itu setidaknya pemerintah telah membangun sebuah dermaga atau marina di sana.
Rio mengungkapkan, mempersiapkan pernikahan memang selalu repot, apalagi bagi orang yang sangat detail. Selain harus menghadapi keribetan, penyelenggaraan pesta pernikahan memerlukan biaya. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang menunda pernikahan karena masalah finansial.
"Dari kacamata cowok, kadang-kadang hal yang membuat kita berpikir terlalu lama adalah soal finansial. Misalnya, bayar gedung, katering, ditambah lagi sesudah nikah harus mikir biaya bulanan untuk istri, hingga biaya jika punya anak," kata Rio.
Oleh karena itu, tuturnya, mengatur keuangan harus dilakukan sejak dini karena kebutuhan biaya bukan hanya untuk pesta pernikahan, tetapi pascamenikah. Mulai dari biaya kebutuhan sehari-hari, biaya persalinan, hingga biaya sekolah anak.
Itulah alasannya pula mengapa Rio kini mempunyai financial planner sendiri untuk mengurusi kebutuhan keuangan keluarganya. "Melihat angka saja, aku udah pusing, jadi aku serahin ke financial planner," katanya. (H-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved