Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
National Health Service (NHS) layanan kesehatan masyarakat di Britania Raya dapat menghemat banyak biaya kesehatan dengan membagikan pedometer, atau alat penghitung langkah. Pernyataan itu diungkapkan para peneliti dari Rumah Sakit Universitas St George.
Dalam penelitian yang dilakukan kepada 1.300 orang pada 12 bulan terungkap, mereka yang terbiasa menghitung langkah mereka akan menjadi exercise bug empat tahun kemudian.
Dalam penelitian itu, para responden diberikan pedometer dan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama disarankan perawat melakukan langkah-langkah sederhana untuk meningkatkan kemampuan mereka berolahraga, seperti naik turun bus. Sedangkan kelompok kedua tidak mendapatkan pelatihan dari perawat.
Kedua grup melakukan 7.300-7.500 langkah per hari, tapi pada akhir penelitian, kelompok pertama disarankan menambah 600 langkah per hari. Berarti tambahan 90 menit dari rata-rata latihan normal dalam seminggu.
Para peneliti mengatakan hanya lima menit ekstra berjalan sehari, akan mencegah sejumlah besar serangan jantung, stroke, dan patah tulang. Setiap 1.000 orang, minimal ada 15 serangan jantung dan stroke, serta 35 patah tulang selama penelitian itu.
"Setengah jam ekstra berjalan seminggu tidak banyak untuk ditanyakan, tetapi itu benar-benar dapat mengurangi risiko serangan jantung, patah tulang, atau stroke. Itu berhasil hanya dalam lima menit sehari," kata Profesor Tess Harris yang memimpin penelitian di Rumah Sakit Universitas St George di Tooting, London selatan, dikutip dari Dailymail.
"Dengan setiap tahap uji coba ini, kami telah melihat intervensi berjalan berbasis pedometer jangka pendek yang sederhana dapat menghasilkan peningkatan jumlah langkah, dan sekarang kita dapat melihat efek kesehatan jangka panjang yang sesuai. Jenis intervensi ini dapat memiliki efek jangka panjang dan harus digunakan secara lebih luas untuk membantu mengatasi tantangan ketidakaktifan fisik kesehatan masyarakat," sambungnya. Penelitian ini dipublikasikan dalam PLOS Medicine. (M-3)
Baca juga : Studi: Zumba Dapat Membantu Mengurangi Nyeri Haid
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved