Pendidikan Tinggi Turunkan Risiko Serangan Jantung

Bintang Krisanti
31/5/2019 17:15
Pendidikan Tinggi Turunkan Risiko Serangan Jantung
Pemeriksaan tekanan darah.(Antara)

SEBELUMNYA, peneliti telah menemukan jika menempuh pendidikan selama 3,6 tahun dapat mengurangi resiko serangan jantung hingga sepertiganya. Meski begitu, peneliti saat itu belum mengetahui bagaimana dampak tersebut terjadi.


Kini, penelitian terbaru gabungan tim Imperial College London, University of Bristol, University of Cambridge dan University of Oxford, menemukan jika hanya 40% dari dampak pendidikan terhadap resiko penyakit kardiovaskular dapat dijelaskan melalui indeks massa tubuh (BMI).


Analisa dalam penelitian ini juga dapat menyimpulkan jika penambahan pendidikan selama 3,6 tahun terkait dengan pengurangan BMI sebanyak 1 kilogram/meter kuadrat (kg/m2), dan pengurangan tekanan darah sistolik sebesar 3mm/hg. Besaran BMI diantara 18,5 dan 24,9 umumnya dianggap sehat, sementara untuk nilai tekanan darah sistolik diharapkan diantara 90 dan 120.


Dr Dipender Gill, salah satu penulis utama penelitian ini yang berasal dari Institut Kesehatan Masyarakat, Imperial College London, mengemukakan penelitian lanjutan yang perlu dilakukan berdasarkan studi terbaru ini. "Kami sekarang perlu meneliti penyebab lain yang membuat keterkaitan pendidikan dengan lebih rendahnya resiko penyakit kardiovaskular. Salah satu kemungkinannya adalah orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk pendidikan cenderung lebih berhubungan dengan layanan kesehatan. Mereka akan lebih segera pergi ke dokter jika ada keluhan kesehatan," jelasnya seperti dilansir Science Daily. (M-1)

Baca juga: Ini Konten Ramadan terpopuler 2019



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya