Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERSYUKURLAH kita yang hidup di negara dengan kelembaban cukup tinggi. Kelembaban ternyata sangat berperan dalam mencegah mewabahnya flu.
Hal ini muncul dari penemuan riset para ilmuwan Yale University, Amerika Serikat. Selama ini memang sudah diketahui jika kelembaban dan temperatur yang rendah akan memudahkan transmisi virus flu. Namun belum diketahui dengan jelas peran kelembaban itu dalam memengaruhi sistem pertahanan tubuh terhadap virus flu.
Dilansir baru-baru ini di Science Daily, tim peneliti yang dipimpin oleh Akiko Iwasaki yang merupakan Profesor Imunologi telah berhasil menyingkap rahasia itu. Menggunakan tikus sebagai bahan percobaan, peneliti menemukan jika kelembaban yang rendah menghalangi respon imun dalam tiga cara. Pertama, kelembaban rendah mencegah silia untuk menyingkirkan partikel bersifat virus dan lendir. Silia merupakan struktur berbentuk rambut yang berada dalam sel yang berperan dalam pertukaran udara.
Kelembaban juga membuat berkurangnya kemampuan sel yang berperan untuk pertukaran udara untuk memperbaiki diri terhadap kerusakan akibat virus yang ada di paru-paru. Mekanisme ketiga adalah berhubungan dengan interferon.
Interferon adalah hormon berbentuk sitokin berupa protein berjenis glikoprotein yang disekresi oleh sel vertebrata karena akibat rangsangan biologis, seperti virus, bakteri, protozoa, mycoplasma, mitogen, dan senyawa lainnya. Dalam kondisi kelembaban rendah, mekanisme itu menjadi tidak berjalan.
Di sisi lain, hasil penelitian yang diterbitkan di Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) itu menyebutkan jika kelembaban bukan satu-satunya faktor yang mengakibatkan merebaknya flu. Namun kelembaban menjadi hal penting untuk diperhatikan dalam mengantisipasi penyebaran flu. Peneliti pun menyarankan jika dalam kondisi kelembaban rendah maka orang dapat menggunakan alat penjaga kelembaban (humidifier) di rumah ataupun sekolah. (M-1)
Baca juga: Sayang Anjing Bisa Disebabkan Faktor Genetika
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved