Suka Menciumi Binatang Peliharaan? Saatnya Waspada Bahaya Ini

Tosiani
03/5/2019 15:05
Suka Menciumi Binatang Peliharaan? Saatnya Waspada Bahaya Ini
Menciumi peliharaan bisa berbahaya.(AFP)

MEMPERLAKUKAN binatang peliharaan seperti anjing dan kucing layaknya manusia, dengan memberikan ciuman atau pelukan bisa membahayakan kesehatan pemiliknya. Air liur binatang itu kerap membawa dan menyebarkan serangga pembawa bakteri yang kebal obat dan antibiotik.


Ini merupakan hasil penelitian para ahli di Universitas Caledonian Glaslow, Inggris, yang baru-baru ini dilansir Daily Mail. Tim peneliti yang dipimpin oleh Psikolog Kesehatan Adele Dickson tersebut mewawancarai 35 pemilik hewan peliharaan yang pernah mendapat pengobatan dengan antibiotik. Hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Health Psichology and Behavioral Medicine.


Hewan peliharaan yang pernah mendapat antibiotik menjadi target penelitian karena kemungkinan mereka menjadi kebal terhadap obat tersebut. Resiko kekebalan itupun meningkat karena peneliti menemukan banyaknya pemilik hewan yang gemar meminta pengobatan dengan antibiotik, meski sebenarnya tidak diperlukan.
Pemberian dosis antibiotik yang salah atau berlebihan bisa membuat bakteri yang ada pada hewan semakin resisten terhadap obat. Artinya, serangga menyerang hewan peliharaan, lalu menginfeksi manusia.


Dr Dickson, yang juga pemilik dari anjing jenis Golden Retriever berusia dua tahun, mengatakan, kontak dekat dengan binatang berpotensi membuat orang dewasa, anak-anak, dan hewan peliharaan itu beresiko mentransfer serangga yang resisten pada antibiotik melalui air liur.


"Saya menyarankan semua luka terbuka harua ditutup sehingga tidak ada resiko mentransfer apapun dari kulit ke kulit,"kata pemimpin penelitian tersebut.
Di sisi lain, para psikolog menyadari jika perilaku menciumi hewan peliharaan sulit dihentikan, sehingga mereka menawarkan tips mengurangi resiko tertular bakteri. Beberapa cara yang sebaiknya dilakukan para pemilik adalah dengan tidak mencium binatang di bagian mulut, memastikan hewan makan dari mangkuk tersendiri, dan mendiskusikan dengan dokter tentang perlu tidaknya pengobatan dengan antibiotik jika hewan sakit. (M-1)

Baca juga: Banyak Makan tapi Tetap Kurus, Apakah itu Sehat?



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya