Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH gebrakan dalam penelitian HIV berhasil dilakukan ilmuwan di St Jude Children's Research Hospital, Tennessee, Amerika Serikat. Penelitian yang diterbitkan di jurnal New England Journal of Medicine itu bukan soal penyembuhan penderita HIV. Melainkan, penggunaan HIV untuk menyembuhkan penyakit severe combined immunodeficiency (SCID) atau disebut juga 'bubble boy'. Sebutan 'bubble boy' diberikan karena penderita harus hidup dalam ruang plastik steril.
Seperti dilansir BBC, penyembuhan 'bubble boy' dengan terapi HIV sudah tercapai pada delapan bayi. Terapi gen mencakup tindakan pengambilan sumsung tulang belakang dan pembetulan gen yang cacat dalam DNA mereka. Tindakan ini dilakukan segera setelah kelahiran.
Gen yang sudah diperbaiki kemudian dimasukkan ke dalam virus HIV yang sudah diprogram ulang. Peneliti mengungkapkan jika hampir semua bayi sudah dapat meninggalkan rumah sakit sebulan setelah terapi.
Dr Ewelina Mamcarz dari St Jude, salah satu peneliti, menyatakan, "Pasien-pasien itu kini sudah berusia balita, yang bereaksi terhadap vaksin dan punya sistem kekebalan tubuh yang dapat menghasilkan semua sel imunitas yang mereka perlukan untuk kekebalan atas infeksi yang bisa mereka dapat di kehidupan normal di dunia ini,".
"Hal ini merupakan yang pertama bagi pasien dengan SCID-X1," tambahnya seraya merujuk pada tipe paling umum dari SCID.
Kasus SCID yang paling terkenal adalah yang diderita David Vetter yang lahir 1971. Dia harus tumbuh dalam ruang plastik. Ia meninggal di usia 12 tahun karena kegagalan transplantasi sumsum tulang belakang. (M-1)
Baca juga: Dinkes Bogor Temukan 290 Penderita Baru HIV/AIDS
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved