Calon Ibu Bayi Kembar, Hati-hati Terkena TTTS

Suryani Wandari Putri
16/4/2019 09:50
Calon Ibu Bayi Kembar, Hati-hati Terkena TTTS
Bayi kembar(MI/ramdhani)

Hamil bayi kembar tentu menjadi kebahagiaan berlipat ganda bagi calon orangtua. Membayangkan kehadiran makhluk-makhluk kecil yang memiliki kemiripan yang identik. Bukan semata kebahagiaannya yang berlipat ganda, tapi juga tantangannya.

Sejak hamil anda harus sering dan rutin memeriksa perkembangan bayi, jangan sampai ada komplikasi. Seperti Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS) yang dialami pasang asal Cannock Inggris, Keziah Harvey dan suaminya Jordan.

Syndrome ini sebenarnya kondisi langka, namun serius bagi mereka yang hamil anak kembar identik yang berbagi plasenta. Dilansir Dailymail, koneksi pembuluh darah abnormal terbentuk di plasenta dan mencegah darah mengalir merata di antara bayi.

Berbagi plasenta itu menyebabkan salah satu bayi kembar akan mengalami dehidrasi yang memengaruhi pertumbuhannya. Sedangkan bayi yang lain mengalami tekanan darah tinggi dan memproduksi terlalu banyak urin. Sehingga kandung kemih membesar dan jumlah cairan ketuban anda berlebihan. Ini akan berimbas pada tekanan jantung si kembar yang bisa menyebabkan gagal jantung.

Tanpa perawatan, TTTS bisa berakibat fatal bagi kedua kembar. Kondisi itu terjadi pada sekitar 15% kembar identik yang berbagi plasenta, menurut badan amal Tamba.

Data menyebutkan, sekitar 300 anak kembar meninggal setiap tahun di Inggris dari kondisi ini. Sementara 6.000 bayi terkena TTTS setiap tahun di Amerika Serikat.

Solusinya, mengeringkan kelebihan cairan ketuban dapat membantu meningkatkan aliran darah. Jika ini tidak cukup, operasi laser digunakan untuk menutup pembuluh darah abnormal yang tertutup dan memutusnya secara permanen. Dokter bedah kemudian mengalirkan cairan berlebih.

Meskti berhasil diobati, sebagian besar bayi TTTS dilahirkan prematur. Namun kabar gembiranya sebagian besar memiliki umur panjang dan juga hidup sehat. (M-3)

Baca juga : Berbagi Ilmu Menggendong



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya