Lima Prinsip

(Zuq/M-1)
14/4/2019 04:10
 Lima Prinsip
menggendong(MI/MOHAMAD IRFAN)

SUARA tangis pecah dari bayi yang berusia hitungan minggu. Orangtuanya terlihat kewalahan menenangkan sang bayi.

Barulah saat berada dalam dekapan salah satu admin Jabodetabek Menggendong, Nurhayati Khasanah, tangis bayi itu mereda.

"Jadi, kalau yang gendong enggak deg-degan, bayinya juga tenang," ungkap admin lainnya, Anty Gunadi, sambil menjelaskan kunci menenangkan bayi lewat gendongan.

Bayi sangat sensitif. Ia bisa merasakan kondisi penggendong. Jika detak jantung penggendong meningkat karena grogi dan takut, Anty menjelaskan, bayi akan meresponsnya dengan merasa tidak nyaman.

Namun selain ketenangan, orangtua juga diingatkan untuk memperhatikan lima prinsip dalam mengenakan gendongan.

Admin Jabodetabek Menggendong menyingkat lima prinsip itu sebagai TICKS. Pertama, tight atau ketat. Kain gendongan harus dipasang dengan erat sehingga bayi merasa seperti dipeluk, tetapi jangan sampai membuat bayi sulit bernapas.

Kedua, in view at all times, yakni bayi harus selalu dapat dilihat penggendong. Bayi tidak boleh tenggelam atau tersembunyi dalam gendongan.

Ketiga, close enough to kiss. Artinya, bayi berada dalam jarak yang cukup dengan dagu penggendong. Ukurannya, penggendong bisa dengan mudah mencium kepala bayi.

Keempat, keep chin off the chest. Dagu bayi tidak menempel ke dada penggendong agar saluran pernapasan tidak terganggu.

Kelima, supported back, yakni menggunakan gendongan yang dapat menyangga punggung bayi sampai leher dengan sempurna.

Dengan lima prinsip itu, penggendong dan yang digendong sama-sama merasa nyaman. (Zuq/M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya