Natasha Rizky Pradita Tidak lagi Panik Hadapi Anak Sakit

Sri Utami ami@mediaindonesia.com
14/4/2019 04:20
 Natasha Rizky Pradita Tidak lagi Panik Hadapi Anak Sakit
Natasha Rizky Pradita(C&R)

TAICHING: Saat pertama kali menghadapi anak sakit, apalagi ketika itu ia masih sangat muda, Nathasa sempat panik. Akan tetapi, sebaliknya kini ia bisa berbagi tips bagaimana agar para ibu tidak panik.

MENJADI ibu di usia muda membuat aktris Natasha Rizky Pradita, 25, kerap panik ketika anaknya sakit, terutama saat mereka sakit secara tiba-tiba. Salah satu peristiwa yang pernah membuat ia panik ialah ketika putra keduanya mengalami alergi susu sapi.

Awalnya alergi muncul, ujarnya, ia tenang-tenang saja, karena ia tidak tahu yang diderita sang putra ialah alergi. Namun, ketika alergi terlihat makin parah, ia pun panik bukan kepalang.

"Apalagi saat itu usiaku masih 22 tahun. Akhirnya aku mencari tahu informasi tentang gejala tersebut melalui internet," katanya di Jakarta, Rabu (10/4).

Setelah mencurigai anaknya mengalami alergi susu sapi, perempuan kelahiran Padang, Sumatra Barat, itu pun segera berkonsultasi dengan dokter dan mencari tahu riwayat alergi keluarga. Dari hasil penelusuran dalam keluarga bersama sang suami, Desta, mereka memang memiliki riwayat alergi, antara lain tidak bisa terkena dingin AC dan Natasha juga menderita sinusitis.

Kepanikan yang dialaminya membuat Gadis Sampul 2008 itu terus belajar tentang pentingnya mengenali gejala penyakit yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Sebagai ibu, katanya, harus sigap mengenali berbagai perubahan anak.

"Aku tidak pernah membayangkan apa yang sangat dibutuhkan anakku, hingga ia alergi. Oleh karena itu, penting untuk menggalakan bunda tanggap alergi karena banyak ibu-ibu yang belum tahu bagaimana megenali ciri alergi dan mengenali pemicunya," ujar bintang sinetron Cinta Cenat Cenut tersebut.

Ia juga mengaku sempat bingung saat harus memutuskan memberikan nutrisi pengganti susu sapi untuk putra keduanya yang menderita alergi itu sebab ia khawatir sang putra menolak mengonsumsi susu lain pengganti susu sapi. Apalagi, ketika itu usia bayinya baru satu tahun, di saat membutuhkan nutrisi lengkap.

Natasha beruntung karena ia menemukan susu kedelai yang ternyata sangat disukai sang putra. Penggantian dari susu sapi ke susu kedelai pun berlangsung lancar, tanpa rewel.

Bebaskan anak

Terkait dengan aktivitas ketiga anaknya, Natasha tidak pernah membatasi mereka untuk bermain di luar ruangan meskipun ia akui adanya berbagai penyakit yang mengintai anak-anak.

"Aku tidak melarang anak untuk bermain di luar. Karena kalau terlalu dilarang, mereka jadi tidak bisa meng-explore (diri). Jadi, aku membatasi mereka dari sisi konsumsi makanan. Yang penting tetap dalam pengawasan," cetusnya.

Berdasarkan pengalamannya menghadapi anak sakit, ia meminta para ibu tidak panik saat mengetahui anak sakit, khususnya sakit yang belum diketahui penyebabnya. Natasha pun berbagi tips menghadapi anak sakit, yakni jangan panik meski sulit. Yang terpenting ialah mengenali gejalanya, lalu mengonsultasikan kepada dokter, dan mengendalikannya atau biasa disebut 3K.

Alergi susu sapi yang menyerang bayi dan anak balita sering tidak disadari orangtua. Menurut konsultan sekaligus dokter pakar alergi anak Budi Setiabudiawan, alergi susu sapi yang diabaikan dan tidak segera diberi tindakan medis, termasuk pengendalian pemicu alergi, akan mengganggu tumbuh kembang anak. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya