Film Tentang Toleransi Segera Tayang di Indonesia dan Malaysia

Abdillah M Marzuqi
03/4/2019 16:30
Film Tentang Toleransi Segera Tayang di Indonesia dan Malaysia
Jumpa pers Bumi itu Bulat(MI/Abdillah)

Kurang dari dua pekan, tepatnya 11 April film bertema toleransi, Bumi itu Bulat hadir menghibur penonton bioskop Indonesia. Film garapan Inspiration Pictures dan GP Ansor ini tidak hanya hadir di Tanah Air tapi juga Malaysia.

Film ini menceritakan Rahabi dan grup musik Rujak Acapella yang hadir dari beragam latar belakang. Hitu, muslim dari Ambon yang bercita-cita menjadi Banser karena mereka pernah membantu keluarganya saat kerusuhan di Ambon. Markus, seorang keturunan Tionghoa Kristen. Sayid, muslim Muhammadiyah yang ingin menjadi novelis, dan Tiara, seorang gadis yang menyukai Rahabi. Konflik muncul ketika Rahabi (Rayn Wijaya) mengajak Aisha (Febby Rastanty) bergabung.

Film ini tidak hanya diperankan pemain muda, ada pula sejumlah senior yang terlibat. Seperti Mathias Muchus, Ria Irawan, Arie Kriting, dan Christine Hakim. Film ini disutradarai Ron Widodo dan skenario ditulis Robert Ronny dan Vera Varida.

Kehadiran film ini bukan tanpa sebab. Film ini hadir sebagai bentuk kepedulian dan sikap intoleransi yang meningkat belakangan, terutama di kalangan anak muda. Melalui film ini mereka berinisiatif mempromosikan toleransi di kalangan anak muda.

"Masalah intoleransi meningkat secara dramatis beberapa tahun terakhir. Ini bukan kata siapa, menurut siapa. Ini fakta," terang produser Robert Roni saat jumpa pewarta di Epicentrum XXI Jakarta (2/4).

Melalui film ini pesan toleransi melalui persahabatan, cinta, dan hubungan orangtua dan anak bisa disampaikan. Apalagi berlatar belakang anak muda yang mengejar impian, sehingga mudah dicerna anak muda.

"Saya berusaha menangkap atmosfer dia sekitar kita. Saya mengalami bagaimana proses intoleransi terjadi," tambah sutradara Ron Widodo.

Film itu merupakan produksi Inspiration Pictures yang berasosiasi dengan Ideosource Entertainment, Astro Shaw, dan GP Ansor. Rencananya, film itu juga akan ditayangkan di Malaysia.

Persahabatan dan kekeluargaan dalam film merupakan tema universal yang relevan di Malaysia. Sehingga, mereka memilih untuk berkolaborasi dengan film Indonesia. Ia pun berharap kerja sama ini akan berlanjut di masa mendatang.

"Kami merasakan film ini mempunyai tema universal yang berlaku dimana saja. Termasuk relevan untuk masyarakat Malaysia," ujar Chief of Malay Nusantara and Business, Content Group Astro Shaw, Dato' Khairul Anwar Salleh

Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Saiful Rahmat Dasuki menjelaskan, pengambilan gambar kebanyakan di Surabaya meninggat kedekatan Jawa Timur dan Nadhlatul Ulama (NU). (M-3)

 

Baca juga : Europe on Screen (EOS) Hadir Kembali

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya