Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Mengonsumsi daging babi mentah sangat berbahaya bagi kesehatan anda. Bahkan, seorang pria yang tak disebutkan namanya diketahui meninggal setelah menyantap makanan tersebut.
Penyebab kematian pria itu karena larva parasit yang menyerang otaknya. Pria berusia 18 tahun yang diketahui berasal dari India ini sempat dilarikan ke rumah sakit karena kehilangan kesadaran setelah kejang. Hasil pindaian otaknya memperlihatkan pria itu ternyata memiliki kista di seluruh otaknya, bahkan divonis memiliki kerusakan otak atau sistiserkosis yang mengancam jiwa.
Sisitisekosis terjadi ketika larva parasit yang terdapat dalam daging babi menumpuk di otak dan menyerang sistem saraf pusat lalu memicu kejang. Kasus tersebut sempat ditulis dalam The New England Journal of Medicine oleh Dokter yang bertugas di ESIC Medical College, Faridabad, Negara Bagian Haryana, India Utara, Nishanth Dev. Sebagaimana dilansir Daily Mail, Dev mengatakan pria itu mulanya dilarikan ke ESIC Medical College setelah mengalami kejang tonik-klonik. Kejang seperti itu terjadi ketika muatan listrik mengambil alih seluruh fungsi otak dan menyebabkan pasien kehilangan kesadarannya.
Kejang tonik-klonik pada umumnya berlangsung 1-3 menit. Namun, jika kondisi itu berlansung selama lebih dari lima menit, pasien bisa dikatakan dalam kondisi bahaya dan memerlukan perawatan serius. Dev juga bercerita bahwa pria itu sebelumnya selalu mengeluh sakit pada pangkal pahanya dalam seminggu terakhir. Pemeriksaan fisik selanjutnya menunjukkan pria itu ternyata mengalami pembengkakan di mata kanan, bahkan testis kanannya sudah mulai layu.
Kondisi pria itu lantas dikatakan lebih parah karena pemindaian otak menunjukan begitu banyak kista yang bersarang korteks serebralnya (lapisan terluar otak). Hal ini sangat berbahaya karena korteks serebral berfungsi untuk mendukung proses berpikir dan mencerna informasi yang didapat dari panca indera. Selain itu, Dev juga menemukan kista di otak kecilnya, atau bagian di area belakang otak yang fungsinya juga tidak kalah vital. Bagian ini berfungsi untuk mengoordinasikan gerakan seperti gestur tubuh, dan gaya bicara.
Dev kemudian mengobati pria itu dengan steroid dexamethasone anti-inflamasi. Semacam obat yang lebih umum digunakan untuk meringankan kondisi seperti alergi, radang sendi dan psoriasis. Dia juga diberi obat antiepilepsi, meski pada akhirnya pria itu tidak terselamatkan setelah menjalani pengobatan selama dua minggu.
Sebelumnya, Dev juga mengatakan bahwa dokter tidak berani merawat pria tersebut dengan obat antiparasit, karena dapat memperburuk peradangan akibat kista yang bersarang di otak. Selain itu, obat jenis ini juga sangat berbahaya karena menyebabkan akumulasi air yang berlebihan di otak atau yang biasa disebut edema serebral, dan mengakibatkan kebutaan. (M-3)
Baca juga : Terlalu Banyak Duduk Berpotensi Kematian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved