Terlalu Banyak Duduk Berpotensi Kematian

Tosiani
27/3/2019 15:05
Terlalu Banyak Duduk Berpotensi Kematian
Jangan terlalu banyak duduk.(Think Stock)

Penyebab kematian bisa berbagaimacam. Penelitian terbaru mengungkapkan terlalu banyak duduk dan gaya hidup kurang aktif berpotensi menjadi penyebab kematian. Sebanyak 70ribu angka kematian di Inggris pada 2016 dipicu gaya hidup tidak aktif. Angka ini melebihi kematian kanker paru-paru akibat merokok.

Sebagaimana dikutip dari Daily Mail, penelitian Queen's University Belfast dan Ulster University yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology & Community Health mengungkapkan terlalu lama menghabiskan waktu untuk duduk dapat merusak kesehatan.

Kebanyakan orang menghabiskan waktu sembilan jam per hari, bahkan lebih untuk duduk, termasuk di tempat kerja. Sepertiga orang duduk lebih lama di akhir pekan. Kebiasaan ini dapat memicu sakit punggung dan gangguan kesehatan lain, hingga kematian dini.

Mengatasi hal ini, para peneliti merekomendasikan untuk mengurangi perilaku tidak aktif demi meningkatkan kesehatan. Serta mengurangi beban keuangan pada layanan kesehatan.

Menghabiskan waktu dengan duduk tanpa melakukan apapun, membuat anda cenderung cepat gemuk. Dengan sendirinya meningkatkan risiko banyak penyakit. Duduk juga dapat mempengaruhi cara hormon bekerja, juga berpengaruh pada metabolisme dan fungsi otak, serta memulai peradangan dalam tubuh.

Lebih jauh, penelitian mengungkap terlalu banyak duduk dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit, seperti kardiovaskular, diabetes tipe 2, berbagai jenis kanker seperti kanker paru-paru. Semua penyakit itu beresiko menyebabkan kematian dini. Terlalu banyak duduk juga berpengaruh pada suasana hati, kognisi, memori, dan meningkatkan resiko demensia. (M-3)

Baca juga : Makanan Cepat Saji Bisa Akibatkan Kematian Dini

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya