Cerdas Berinternet dengan Mading Digital

Galih Agus Saputra
24/3/2019 04:40
Cerdas Berinternet dengan Mading Digital
()

KOMUNIKASI menjadi Ksalah satu faktor penting dalam kehidupan manusia yang paling purba. Cap tangan di gua seperti di Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang menjadi bukti komunikasi manusia prasejarah.

Di Indonesia, masa prasejarah berakhir dengan berdirinya Kerajaan Kutai di abad ke-5, yang diidentifikasi melalui media komunikasi berupa prasasti bernama yupa. Nah, yupa ini menjadi cikal bakal majalah dinding (mading).

Sobat Muda tentu saja sudah tidak asing lagi dengan media komunikasi massa yang satu ini. Pasalnya, kamu bisa menemukannya di dinding sekolah sejak SD hingga SMA. Namun, dengan perkembangan teknologi belakangan, mading pun mulai mengalami perubahan, salah satunya menghadirkan mading digital.

Lima institusi yang tergabung dalam konsorsium proyek Indonesia Spirit Rejuvenation (Inspire), yaitu Cameo Project, Maarif Institute, Love Frankie, Peace Generation, dan Yayasan Guru didukung Google.org kini bekerja sama membuat madingsekolah.id. Melalui mading digital itu, mereka ingin meningkatkan literasi digital dan membangun ketahanan pelajar terhadap segala hal negatif yang beredar di internet. Mereka juga ingin mengajak sobat Muda untuk mempromosikan nilai toleransi terhadap sesama.

Sebelum membuat madingsekolah.id, kata Direktur Program Maarif Institute, Khelmy Pribadi, lima institusi yang tergabung dalam konsorsium pernah melakukan tur bersama di beberapa kota di Indonesia.

“Ternyata teman-teman pelajar yang kita datangi di kota-kota itu punya potensi besar. Setelah itu kita mikir, mau buat apalagi untuk mereka agar programnya tetap bersambung? Baru setelah itu muncul romantisme masa lalu, terutama dari fi lm Ada Apa dengan Cinta (AADC). Terus, kenapa AADC? Karena bagi saya pribadi, di situ ada profi l Cinta yang cantik, pinter, dan anak mading. Sosok pelajar yang keren buat saya waktu itu. Kebetulan, saya dulu kan juga anak mading, jadi melalui program ini saya ingin memengaruhi anak-anak muda lainya agar jatuh cinta juga sama mading,” kata Khelmy saat konferensi pers peluncuran madingsekolah.id, di Cohive D Lab, Gondangdia, Jakarta, Rabu (6/3).

Madingsekolah.id diharapkan menjadi portal komunikasi antarsobat Muda, bukan hanya menjangkau satu area, melainkan juga seluruh Nusantara, bahkan di seluruh dunia. Fitur dan format madingsekolah.id juga dirancang dengan tampilan yang mudah dioperasikan sobat Muda. Tidak hanya itu, mading digital juga dilengkapi dengan berbagai macam template yang dapat diunduh dan didesain sesuai selera.


Jurnalisme multimedia

Proyek Inspire ini juga menyediakan wadah pelatihan jurnalisme dan multimedia bagi sobat Muda. Program bernama Creator Muda Academy itu rencananya menjadi tur proyek Inspire ke 10 kota besar di Indonesia, sejak 14 Maret hingga 25 Oktober, di antaranya Jakarta, Yogyakarta, Malang, Semarang, Manado, Makasar, dan Pontianak.

Tujuan dari kunjungan itu tidak hanya memberikan pelatihan, tapi juga mempersiapkan sobat Muda bersaing secara kompetitif dengan kreatif, inovatif, cerdas, dan mampu mengadaptasi penggunaan teknologi secara maksimal.

“Di sini kenapa para pelajar menjadi sasaran utama kami? Itu karena kami berharap agar mereka nantinya punya kesempatan atau persiapan secara strategis untuk menghadapi kompetisi di dunia teknologi dan bisnis, baik secara lokal maupun global,” imbuh Direktur Pemasaran Cameo Project, Oktora Irahadi.


Melek media

Program lainnya yang bisa diikuti ialah Yuk Cerdas Berinternet. Melalui program itu, guru-guru di SMP dan SMA, termasuk sobat Muda akan diajak membangun cara berpikir kritis. Berbagai macam kurikulum menarik akan disiapkan untuk para guru dan sobat Muda agar dapat mengenal lebih dalam soal etika berinternet dan berperilaku positif di dunia maya.

Literasi digital menjadi kunci program Yuk Ceras Berinternet. Materi ini dirasa penting karena belakangan ini literasi digital atau internet tidak menjadi bagian dari kurikulum formal di sekolah yang diajarkan secara wajib.

“Kita sangat tertarik untuk mengembangkan materi ini karena bagi kami materi ini sangat penting untuk pelajar di masa ini. Nantinya kurang lebih ada 5 sekolah dan kurang lebih ada 300 guru yang akan kami ajak pelatihan,” tutur Manajer Proyek Ruang Guru, Maryati Baharuddin.

Analis Senior Kebijakan Publik Google.org, Ryan Rahardjo mengatakan, Google.org sebagai organisasi nirlaba dan sayap dari perusahaan peramban internet Google, mendukung penuh proyek Inspire.

“Ini sangat sesuai dengan visi-misi dari Google yang mana kami bertumpu pada tiga pilar, yaitu edukasi, peluang ekonomi, dan aspek sosial seperti promosi, toleransi, maupun pembekalan kepada pelajar agar lebih tahan dengan konten yang tidak sesuai untuk mereka atau negatif yang tersebar lewat internet,” ujarnya.

“Tidak hanya itu, kami juga akan menuggaskan relawan Google yang tersebar di seluruh dunia untuk membantu, misalnya, dalam hal pemasaran, desain, atau bisa juga di bidang pembuatan platform agar lebih baik, termasuk di bidang kecerdasan buatannya (artifi cial intelligence),” imbuh Ryan. (M-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya