Pencarian Makna Keluarga di Borobudur

MI
24/3/2019 03:20
Pencarian Makna Keluarga di Borobudur
(Instagram/Filmkuambillagihatiku)

NUN di India sana, Sinta (Lala Karmela), seorang calon pengantin, harus merelakan rencana pernikahannya bersama Vikash (Sahil Shah) berantakan gara-gara kelakuan sang ibu yang mendadak ‘mudik’ ke Indonesia tanpa pamit.

Sambil menerka apa maksud ibunya (Cut Mini), Sinta didesak untuk mempercepat pernikahannya oleh keluarga Vikash. Namun, bermodalkan foto usang tiga bocah yang sedang bergaya dengan latar belakang Candi Borobudur, Sinta nekat menyusul ibunya. Masalah lain timbul ketika setibanya di Desa Borobudur, Magelang, sang ibu menolak pulang ke India lantaran kakek Sinta telah meninggal beberapa bulan lalu dengan sejumlah teka-teki mengenai masalah keluarganya.

Widhi, nama ibu Sinta tersebut, merasa berdosa kepada ayahnya yang keturunan bangsawan lantaran sejak menikah dengan pria India, ia tak pernah pulang. Kakak Widi, Dewi (Ria Irawan), pun kecewa dengan sikap adiknya itu sehingga menunjukkan sikap antipati saat mereka bertemu kembali.

Masalah semakin pelik lantaran Sinta akhirnya mendapati Vikash, yang merupakan anak keluarga terhormat di Agra, memiliki calon pengantin lain dan memutuskan Sinta dengan alasan tradisi. Apa sebenarnya teka-teki keluarga Widhi? Dapatkah keluarga tersebut rukun kembali? Bagaimana nasib romansa Sinta?

Jawabannya akan didapat dengan menyaksikan film berjudul Kuambil lagi Hatiku yang sedang tayang di jaringan bioskop nasional. “Sebenarnya jalan ceritanya cukup sederhana, yang juga dekat dengan kehidupan kita. Film ini hanya  ingin memperlihatkan wajah Indonesia yang memiliki banyak kearifan lokal, dibumbui masalah keluarga,” ungkap sang sutradara Azhar Kinoi Lubis.

Ya, dengan menghadirkan latar keindahan Candi Borobudur, film tersebut memang memperlihatkan kekayaan budaya dan keberagaman lndonesia. Hal itu tak terlepas dari peran Produksi Film Negara (PFN). Setelah ‘tidur panjang’ selama 26 tahun, BUMN tersebut kini memproduksi fi lm kekinian yang diharapkan menjadi awal kebangkitan PFN.

“Cerita film ini berasal dari ide PFN yang kemudian dikembangkan bersama Wahana Kreator Nusantara dan Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan. Sebagai perusahaan film, kami harus memahami perkembangan zaman dan berperan dalam menghidupkan industri,” kata Dirut PFN Mohamad Abduh Aziz dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.

Candi Borobudur menjadi aspek terpenting dalam film ini karena Borobudur yang termasuk dalam World Heritage Site oleh UNESCO yang juga memiliki kaitan dengan budaya India, khususnya Hindu yang sekaligus dapat menarik wisatawan India. Film ini bahkan dibuat judul versi bahasa Inggris, yakni Borobudur Love Story dan dialognya mencakup empat bahasa, yakni Indonesia, India, Jawa, dan Inggris. (Wan/M-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya