Menggenggam Dunia dengan Buku

MI
24/3/2019 00:00
Menggenggam Dunia dengan Buku
(MI/Ardi Teristi Hardi)

KENDATI tengah disibukkan berbagai kegiatan sebagai calon legislatif (caleg), Anggi tak pernah meninggalkan hobinya yang satu ini, yakni membaca buku. Bahkan, sebagian besar waktu senggangnya dihabiskan untuk kegiatan tersebut. 

“Saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca. Dalam sehari bisa satu buku habis. Kalau sudah membaca harus diselesaikan, yang lain-lain belakangan,” kata Anggi yang mengaku menyukai hampir semua jenis buku, mulai filsafat, sejarah, mitologi, bigrafi, antropologi, budaya pop, hingga cerita fiksi.

Sebagai seorang yang sangat gemar membaca, Anggi berharap kegiatan tersebut dapat membudaya di masyarakat Tanah Air walaupun ia melihat masih ada hambatan terhadap akses ke perbukuan. Bahkan, bagi teman-teman yang memiliki hambatan penglihatan, ujarnya, akses terhadap buku bacaan jauh lebih sulit. 

Menurut dia, sedari dini masyarakat harus dibiasakan, buku tidak dilihat sebagai buku pelajaran, tetapi sebagai kesempatan melihat dunia dan mengenal cakrawala pemikiran yang sangat luas.

Ia percaya, dengan senang membaca buku dari berbagai negara dan bahasa, kita tidak hanya membaca yang dituliskan, tetapi juga yang tersirat di dalam buku. 
“Buku sangat menarik buat saya. Itu seperti dunia baru yang ada dalam genggaman,” kata dia.


Lebih baik

Sosok Anggi memang memiliki ke­terbatasan fisik. Namun, bagi dia, hal tersebut bukan halangan untuk terus berusaha menjadi lebih baik. Ia ingin selalu menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.

“Toh, hidup cuma sekali, mau buat apa lagi kalau tidak berusaha menjadi yang lebih baik? Saya cuma ingin lebih baik, tidak merepotkan orang lain, dan mandiri,” kata dia.
Ia pun dengan terbuka menerima koreksi apabila ada kesalahan. Menurut dia, koreksi atau masukan diperlukan agar dirinya bisa lebih baik. (AT/M-2)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya