Perjalanan Antarnegara Supercepat dengan Roket

Dailymail/Rkp/L-2
23/3/2019 05:25
Perjalanan Antarnegara Supercepat dengan Roket
()

ROKET Space X Starship tidak hanya dapat digunakan untuk perjalanan di angkasa luar, tetapi juga di bumi. Jika terwujud, perjalanan roket dari titik ke titik di bumi dapat secara signifikan mengurangi waktu perjalanan.

Misalnya, dengan roket milik Elon Musk, perjalanan dari London, Inggris, ke New York, Amerika Serikat, hanya akan memakan waktu 29 menit dan kurang dari 1 jam ke Sydney, Australia. Selisih waktunya sangat jauh jika dibandingkan dengan pesawat terbang.

Secara ekonomi, menjangkau tempat-tempat di bumi dengan menggunakan teknologi angkasa luar diperkirakan dapat membuat pasar penerbangan saat ini menurun.

Di sisi lain, perjalanan berkecepatan tinggi melalui angkasa luar merupakan pasar yang sangat menguntungkan bagi beberapa pihak, seperti Space X dan Virgin Galactic, yang bersaing dalam perlombaan pariwisata angkasa luar.

Perusahaan jasa keuangan asal Swiss, Union Bank of Switzerland (UBS), memperkirakan pasar perjalanan roket dari titik ke titik di bumi akan bernilai US$19,7 miliar per tahun pada 2030. UBS juga mengklaim industri pariwisata angkasa luar akan memiliki nilai US$3 miliar pada 2030.

Dapat diwujudkan

Jarrod Castle dan Myles Walton, analis dari UBS, mengatakan, meskipun beberapa orang mungkin melihat potensi tersebut sebagai fiksi ilmiah, mereka berdua tetap berpikir ada pasar yang besar dan itu dapat diwujudkan.

Turisme angkasa luar, misalnya, ke Mars atau planet-planet lain, juga dapat menjadi kenyataan, kata mereka, dengan membangun pos-pos atau hotel di stasiun ruang angkasa.

Castle dan Walton juga memperkirakan industri yang lebih luas terkait dengan ruang angkasa, yang saat ini bernilai sekitar US$400 miliar, akan naik menjadi US$805 miliar pada 2030.

Perlombaan untuk menjadi perusahaan pertama yang mengirimkan penumpang ke angkasa luar memang sedang dilakukan Sir Richard Branson dari Virgin Galactic, pendiri Space X Elon Musk, dan Blue Origin dari CEO Amazon, Jeff Bezos.

UBS memprediksi ada pasar yang sangat besar, bahkan jika hanya sebagian kecil penumpang yang melakukan perjalanan roket. Musababnya, pada 2018 lebih dari 150 juta penumpang menghabiskan lebih dari 10 jam dalam penerbangan jarak jauh.

Terkait dengan daya tampung, roket Starship milik Elon Musk yang memiliki kapasitas 100 orang dan ukuran pesawat ruang angkasa mungkin akan menjadi faktor pembatas di masa mendatang.

UBS mengatakan tidak mungkin roket akan membawa lebih dari 300 orang dalam waktu dekat. Akan tetapi, masalah tersebut dapat diatasi dengan intensitas penerbangan yang lebih sering. Elon menawarkan tiket sekelas tiket penerbangan dengan pesawat komersial kelas ekonomi. (Dailymail/Rkp/L-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya