Jaga Kebersihan Cegah Keputihan

(Ind/H-2)
20/3/2019 04:30
Jaga Kebersihan Cegah Keputihan
(Thinkstock)

KEBERSIHAN di sekitar organ kewanitaan merupakan hal yang harus diperhatikan kaum perempuan. Jika kebersihannya tidak terjaga, dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan reproduksi, seperti keputihan, iritasi, dan infeksi saluran kemih (ISK).

Dokter Dinda Derdameisya SpOG dari Aesthetic Gynacologist mengatakan keputihan yang dibiarkan bisa memicu infeksi pada saluran kemih. Perempuan lebih rentan terkena infeksi saluran kemih karena struktur anatominya lebih pendek jika dibandingkan dengan laki-laki sehingga paparan kuman lebih mudah masuk ke kandung kemih dan menyebabkan infeksi berulang.

"Maka dari itu, penting sekali menjaga kebersihan di area kewanitaan dan menghindari keputihan," terangnya dalam acara peluncuran produk pembersih area kewanitaan, Andalan Feminine Care Intimate Wash, di Jakarta, pekan lalu.

Ia lebih jauh mengatakan, ada banyak faktor penyebab keputihan. Secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam tubuh seperti ketidakseimbangan hormon yang memicu keputihan. Misalnya, ketika menjelang menstruasi, pascamelahirkan atau pubertas.

Kedua, faktor eksternal, antara lain lingkungan dan gaya hidup yang dapat menyebabkan keputihan. Dinda menjelaskan kondisi lingkungan seperti cuaca yang panas dan udara yang lembab seperti di Indonesia bisa mengakibatkan perempuan rentan terkena keputihan.
"Apalagi jika sirkulasi udara di area organ kewanitaan tidak cukup baik karena mengenakan pakaian dalam yang kurang menyerap keringat sehingga area itu menjadi lembab," tuturnya.

Untuk menjaga kebersihan area kewanitaan dengan benar, Dina menyarankan agar selalu membasuh area kewanitaan menggunakan air bersih, rutin mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari dan pada saat area kewanitaan sedang lembab, serta memilih bahan pakaian dalam yang memiliki sirkulasi udara baik dan tidak menimbulkan iritasi.

"Juga menggunakan produk pembersih area kewanitaan yang tepat, yaitu terbuat dari bahan alami serta memiliki kadar keasaman (PH) berkisar antara 3,5-4,9 sesuai area kewanitaan."

Pada kesempatan yang sama, Brand Manager Andalan Feminine Care Maharani Anindita mengungkapkan masih ada informasi yang salah seputar penggunaan pembersih kewanitaan. Seperti miskonsepsi bahwa pemakaian pembersih kewanitaan secara rutin dapat berdampak negatif pada kesehatan area kewanitaan.

"Beberapa perempuan juga masih percaya bahwa cara tradisional jauh lebih alami sehingga mereka masih melakukan praktik merebus daun sirih tanpa tahu bahwa hal tersebut belum tentu higienis," katanya. (Ind/H-2)
 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya