Solidaritas Untuk Perempuan Yang Dipaksa Hapus "Make Up" Gotik

Galih Agus Saputra
19/3/2019 21:00
Solidaritas Untuk Perempuan Yang Dipaksa Hapus
(AFP LAORE GEIN)

KOMUNITAS Gotik di Tiongkok ramaikan laman daring dengan tagar #ASelfieForTheGuangzhou. Hal tersebut mereka lakukan pasca seorang perempuan diperintahkan untuk menghapus "make-up" gotiknya sesaat sebelum naik kereta.

Dalam sebuah unggahan di laman media sosial Tiongkok Weibo, perempuan yang tidak menyebutkan identitasnya itu, menceritakan bagaimana pihak keamanan stasiun kereta bawah tanah di Guangzhou selatan telah mencegahnya untuk naik kereta karena solekan gelap di mata dan lipstiknya.

"Seorang penjaga keamanan perempuan memanggil manajernya, dan mengatakan bahwa make-up saya bermasalah dan sangat mengerikan," tulis perempuan tersebut, seperti dilansir The Guardian.

Sebagai warga negara Tiongkok, perempuan tersebut berharap dapat menggunakan laman digital yang sifatnya publik untuk menantang pihak berwenang. "Undang-undang apa yang memberi anda hak untuk menghentikan saya dan membuang waktu saya?" tegasnya, dalam unggahannya di Wiebo.

Ribuan pengguna laman media itu lantas menanggapi unggahan perempuan tersebut. Mereka beramai-ramai menyebarluaskan foto selfie mereka, lengkap dengan solekan gotik dan pakaian gelap, serta tagar #ASelfieForTheGuangzhouMetro.

Seorang pengguna Haruko Ekov mengatakan, "Saya minta maaf kepada orang-orang Guangzhou, kadang-kadang saya keluar dengan seperti ini".

Salah seorang pengguna lainnya bernama Jiolaa turut menambahkan, "Apa yang anda lihat sebagai pakaian mewah, saya melihatnya sebagai kebebasan".

Pihak berwenang di stasiun kereta bawah tanah Guangzhou telah meminta maaf dan memberhentikan anggota staf yang bersangkutan. Namun, nyatanya tindakan itu tidak mampu menghentikan reaksi di media sosial yang semakin tumbuh.

Lebih dari 5.000 orang telah mengunggah foto selfie mereka sebagai bentuk solidaritas atas pengguna tata rias gotik. Atau yang sering disebut dengan mode "lolita", sebuah subkultur yang tidak hanya populer di Tiongkok namun kini juga tengah tumbuh di Jepang. (Gas/M-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya