Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Gaun midi berwarna biru ini tampil cukup menarik perhatian. Gayanya sporty namun menampilkan sisi angun. Detail motifnya tak berlebihan dengan aksen setengah bentuk oval berwarna biru dan orange dari bagian perut. Bagian bawahnya, ada tambahan sedikit kain putih transparan.
Desain dalam koleksi bertajuk Wondrous lainnya tak jauh-jauh dari warna putih, biru muda, dan navy yang penggambaran laut Papua yang menakjubkan. "Koleksi ini terinspirasi dari perkembangan wisata Raja Ampat yang kini mendunia. Aku ambil dari segi warna alam, wisata, dan etniknya," kata Restu Ayudiah, mahasiswa ISWI Fashion Academy usai pegelara busananya, di Plaza Semanggi, Jakarta, Jumat (15/3).
Detail Raja Ampat memang tak selalu nampak. Restu mengaku melakukan itu karena ia membuat motif bergambar terumbu karang, bangunan, hingga noken alias tas serbaguna khas Papua berbentuk animasi yang tidak mencolok. Motif ini muncul di bagian lengan outer atau bagian betis pada celana cutbray berundak. Gaya melebar di ujung celana dan lengan ini seperti tren 70an mendominasi koleksi ini.
Tak kalah menakjubkan desain milik Nana Qiftiana Dewi yang menghadirkan garis warna-warni cerah. Seperti merah, kuning, hijau, biru yang dilukis di atas kain putih mengkilap. Tidak hanya garis, motif abstrak yang playfull pun mendominasi koleksi berupa gaun midi, blouse hingga atasan mirip kutubaru.
Beda lagi dengan desain Aprecia Yoni Yulistia dan Chaterine Aditya. Aprecia mengeksplor Indonesia dari segi sejarah yang ia realisasikan menjadi koleksi berjudul Gugur Bunga seperti lagu ciptaan Ismail Marzuki. Tidak perlu ekspektasi besar akan banyak warna cerah dari bunga, pasalnya motifnya hanya beberapa kelopak bunga yang nampak berjatuhan dengan bagian bawah potret para pahlawan yang berperang. Begitupun warna-warnanya yang hanya mengambil warna hijau army, hitam dan abu-abu.
Sedangkan Chaterine lebih banyak menampilkan motif bilik bambu pada busananya. Baik itu di print maupun ditempelkan bahan lain berwarna coklat bertumpuk menjadi aksesoris di bagian dada.
Dari batik hingga lurik
Sementara itu para alumni ISWI unjuk gigi dengan karya mereka. Samira menampilkan busana bertajuk Senja di Batavia, dengan detail kain batik dan bordir khas betawi. Koleksi ini didominasi gamis asimetris, ada juga jumsuit dengan tambahan outer coklat.
Potongan kekinian dan modern datang dari koleksi Sukma Amira bertajuk Melirik Lurik. Kain lurik berwarna cerah dengan garis biru, pink, hijau ini tampil dengan potongan modest yang bisa dipakai orang berhijab. Karena potonganan rok, celana, dan lengannya panjang.
Beda lagi dengan Halida Nur yang menampilkan kebaya brokat dengan detail emas dari manik-manik, sesuai tema yang diangkat Gold Gorgeous. Kain brokat itu berpadu dengan kain tulle yang dipasangkan pada beberapa bagian busana beraksen gelombang, menambah kesan mewah dan fleksibel.
Sebagai gong, ada koleksi Lenny Agustin bertajuk WANSOSA yang menampilkan kain batik asal Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku, kental dengan motif lebah. Batik ini dimodifikasi dan dipadukan dengan tulle dan rajut sebagai aksesoris untuk menghasilkan karya yang tak terduga. Motif dan cuttingannya terasa pas membentuk gaun midi yang indah dengan warnanya yang senada. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved