Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN plastik menjadi isu penting dan hangat di dunia. Pasalnya, polusi plastik merugikan lingkungan hidup karena butuh waktu lama untuk terurai dan sudah menyebabkan kematian untuk sejumlah hewan. Pada 2018, tercatat sekitar 380 juta ton plastik yang diproduksi seluruh dunia.
Tingkat kerusakan dari plastik yang tinggi, memicu banyak kepedulian banyak pihak. Kini sudah banyak perusahaan dan instansi yang berupaya menanggulangi masalah plastik. Namun, bukan berarti anak muda tidak bisa ikut serta membantu.
Tidak perlu jauh-jauh berpikirnya, bisa kita mulai dari kantin sekolah. Sejumlah sekolah pun mulai mengurangi sampah, seperti SMA 6 Bekasi. Para siswa berinisiatif membuat organisasi yang memiliki kesadaran untuk mengurangi sampah plastik.
Organisasi yang dinamakan Perivalonexi ini hadir sejak 2017. Organisasi yang dibentuk para siswa ini pun mendapatkan dukungan dari para gurunya. Mereka mulai menjalankan sejumlah program yang terbukti mengurangi sampah plastik. Tidak siasia, program mereka terbukti mampu mengurangi sampah.
Biasanya dalam satu hari sampah yang dihasilkan kantin sekolah mereka mencapai 5 kilogram (kg), kini berkurang hingga 2,7 kg per hari. Sejumlah program pun dibuat mereka, seperti hari membawa bekal dari rumah, yakni mengajak para siswa untuk membawa makanan dari rumah menggunakan tempat makan sendiri. Selain itu, mereka wajib membawa tumbler alias tempat minum sendiri. Guna menjalankan program ini, setiap kelas disediakan
satu galon air agar para siswa mengisi ulang tumbler mereka.
Di kantin penggunaan plastik pun dikurangi, yaitu mengganti tempat makan dengan piring rotan sehingga lebih ringan dan ramah lingkungan. Di samping itu, mereka juga membuat gerakan bersepeda ke sekolah. Menariknya, semua kegiatan lingkungan itu mereka sebarkan melalui akun Instagram mereka @perivalonexi. Tampak keseruan bagaimana mereka berupaya lebih ramah kepada lingkungan.
Gerakan
Dalam skala kecil, langkah yang dilakukan SMA 6 Bekasi bisa menjadi contoh. Namun, dalam skala besar banyak juga yang menyebarkan gerakan mengurangi plastik, seperti yang dilakukan Rahiyang Nusantara dengan gerakan dietkantongplastik.org dan Ria Zhafarina Hadju melalui tumbuhijauurban.com.
Mereka giat berkampanye menghentikan penggunaan plastik, seperti dalam acara Sustainable Canteen: Mapping the Plastic Issue yang diadakan di @america, Pasific Place, Jakarta, awal Maret. Sustainable ini berarti sistem pembangunan berkelanjutan yang bisa dikaitkan dengan isu polusi plastik.
Dalam sistem itu, ada tiga prinsip dasar, yakni lingkungan, manusia, dan ekonomi. “Kita melihat lingkungan ini merupakan sistem yang lebih besar dari manusia, ada hewan juga. Kedua, manusia membuat sistem bagaimana bisa berubungan antara sesama mahluk hidup, sedangkan ekonomi tidak hanya mata uang, tetapi juga lebih pada menguntungkan satu sama lain,” ujar Rahiyang.
Ketiganya saling berkaitan. Lingkungan, kata Rahiyang, paling penting dan sampah plastik mendapatkan perhatian khusus. Guna menanggulanginya pun cukup dengan membawa tas belanja sendiri, menggurangi penggunaan sedotan, atau membawa tempat makan sendiri.
Mengurangi penggunaan plastik memang butuh waktu yang tidak sebentar. Perlu sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah untuk menggurangi penggunaan plastik. Menurut Ria yang biasa disapa Dilah, perlu tiga aspek utama mendidik masyarakat tentang plastik, yakni aksi, kesadaran, dan sikap.
Nah, di sekolah, terutama di kantin banyak ditemukan sampah plastik dari jajanan dan minuman. Menurut Dilah, sebenarnya plastikplasik yang digunakan ialah plastik sekali pakai yang tidak bisa didaur ulang.
“Kita tidak bermusuhan dengan plastik. Yang bermasalah itu plastik sekali pakai dan menjadi sampah yang umurnya ratusan, bahkan jutaan tahun. Ada organisasi namanya Sustainable Close Lines menemukan paling utama dan tidak diketahui dampaknya, yaitu mikroplastik. Kedua, ada kantong plastik, stirofoam, dan plastik-plastik kecil lainnya seperti sendok-garpu plastik, botol-botol, dan sedotan. Semua ini sebagian besar ditemukan di kantin makanya kantin merupakan tempat yang tepat untuk melakukan perubahan,” ungkap istri dari Rayi RAN tersebut. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved