Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia memiliki banyak kain yang memiliki banyak makna. Keragaman kain itu bila dikenakan bisa mencerminkan jati diri bangsa. Jati diri bangsa dengan gaya berbusana kain tradisional ini menjadi misi Komunitas Cinta Berkain Indonesia (KBCI).
"Budaya dan kain kita kaya sekali, itu yang harus kita jaga dan pertahankan supaya menjaga jati diri bangsa lewat kain," kata Sita H Agustanzil, Ketua Umum KCBI, di Menara Mandiri Jakarta, Senin (11/3).
Cucu mendiang Haji Agus Salim, salah satu Pahlawan Nasional Indonesia itu menjelaskan penggunaan kain tradisional dianggap penting. Pasalnya bila kain tersebut digunakan bisa menjadi jadi diri bangsa dan meningkatkan perekonomian perajin Indonesia.
Selain mengenakan kain daerah, KBCI yang merayakan ulang tahun ke-5 menggelar bazar Pasar Lurik. Di bazar yang kental nuansa Budaya Baduy ini ada pertunjukan seni angklung dan peragaan busana.
Sesuai namnya, sejumlah kain bermotif lurik dari berbagai daerah tersedia di sini. "Kami ingin semua kain dikenal jadi kami ambil kain lurik untuk tahun ini. Nanti mungkin setiap perayaan akan beda pula kainnya," ungkap Nony Harahap, Ketua Panitia HUT KCBI ke-5 sekaligus Sekretaris Umum KCBI.
Perayaan ini pun mengingatkan para anggota KCBI untuk bekerja keras meminta pemerintah mencangankan Hari Nasional Berbusana Berkain Tradisional Kedaerahan Nusantara. "Kami sedang berusaha kepada pemerintah untuk memberikan kami kesempatan satu hari memakai kain nusantara untuk semua perempuan Indonesia. Jadi kita sama-sama merasa bangga menggunakan kain Nusantara," lanjut Alida Rosita, Humas KCBI.
Mereka berharap Hari Berkain Nasional bertepatan dengan hari perayaan Ulang Tahun RI pada 17 Agustus guna mengingatkan pengingat perjuangan Indonesia. Meski perkembangan teknologi terus meningkat, jangan sampai meninggalkan identitas bangsa.
”Kita tidak boleh menghindari teknologi. Kita harus menjadi bangsa cerdas. Bangsa cerdas mengikuti kemajuan teknologi dunia, tanpa meninggalkan identitas local,” tegas Sita. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved