Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KISAH kepahlawanan dan kekuatan di luar batas kemampuan manusia kerap menjadi sajian menarik sekaligus hiburan yang menyenangkan untuk dinikmati. Tidak mengherankan jika film-film superhero, terutama besutan Marvel Studios, menjadi sesuatu yang dinanti-nantikan para penonton.
Salah satunya ialah Captain Marvel yang baru-baru ini tayang perdana di Tanah Air. Dirilis hampir satu tahun setelah Avengers: Infi nity Game, perempuan superhero pertama dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) itu digadang-gadang menjadi karakter utama yang akan menjadi perhatian dalam lanjutan fi lm Avengers yang akan tayang April tahun ini.
“Kita akan menemukan sesuatu yang baru, sebuah bagian penting dalam MCU; karakter baru yang berbeda dengan karakter-karakter sebelumnya yang begitu unik, dan sedang di tengah pencarian jati dirinya,” jelas sutradara Anna Boden, seperti dikutip dari siaran pers Disney.
Cerita Captain Marvel bermula dengan adegan Vers (Brie Larson) terbangun dari mimpi buruk. Ia masih dihantui mimpimimpi buruk dan rasa penasaran tentang asal-usul dirinya sampai bagaimana ia mendapatkan kekuatan supernya.
Vers kemudian menghubungi Yon-Rogg (Jude Law) untuk melepaskan ingatan tentang hal-hal yang selalu ia rasakan dalam mimpinya. Tahu betul soal kekuatan super Vers, Yon-Rogg kemudian berperan bak seorang mentor bagi Vers. Yon-Rogg sendiri ialah ketua Star Force, pasukan khusus bangsa Kree yang bertugas untuk menghancurkan bangsa Skrulls, dan Vers kini direkrutnya.
Pada satu misi, Star Force ditugaskan untuk menyelamatkan salah satu mata-mata Kree, Soh-Larr, yang terkepung dalam wilayah kekuasaan Skrulls. Selain Yon-Rogg, pasukan Star Force juga diisi Minn-Erva (Gemma Chan), Bron-Char (Rune Temte), Att-Lass (Algenis Perez Soto), Korath (Djimon Honsou), dan Vers.
Dalam menjalankan misi tersebut, Star Force menemukan kendala dalam mengidentifi kasi Skrulls yang memiliki kemampuan mengimitasi, bukan hanya wujud, melainkan juga DNA objek tiruannya. Kemampuan tersebut mampu mengelabui kecanggihan peralatan identifi kasi musuh milik Star Force sehingga para Skrulls akhirnya berhasil menculik Vers ke dalam kapal induk. Di situ mereka berupaya menggali informasi dan masa lalu Vers dengan mesin yang canggih.
Berkat alat canggih itu pula, Vers mampu melihat cuplikan tentang masa lalunya yang justru banyak dihabiskan di C-53 sebutan bangsa Kree untuk bumi--daripada di Hala, ibu kota bangsa Kree. Selain itu, muncul juga alasan kenapa bangsa Skrulls begitu menginginkan dirinya.
Vers kemudian berhasil melarikan diri hingga ke bumi. Di bumi, ia bertemu dengan Nick Fury (Samuel L Jackson), seorang agen SHIELD. Karakter Nick Fury dalam fi lm ini terlihat cukup berbeda. Lebih mudah dengan indra penglihatan yang komplet. Ada pula Agen Coulson (Clark Gregg) yang baru saja bergabung dengan SHIELD.
Di tengah kejaran bangsa Skrulls yang memburunya, inteligensia dan kecanggihan alat bangsa Kree membuat Vers mampu menghubungi Yon-Rogg yang telah kembali ke Hala hanya dengan telepon umum.
Ya, karena film ini berlatar 1990, telepon umum menjadi salah satu properti yang dimunculkan. Kultur 1990-an memang sangat terasa di fi lm ini, dari pakaian, kendaraan, hingga lalu lintas kota di Amerika. Musik yang menjadi pengiring di film ini pun kental dengan nuansa 1990-an, seperti Waterfall dari TLC, juga Just A Girl dari No Doubt. Bahkan kaus yang dikenakan Vers bergambar logo band rock Amerika yang berjaya di masa tersebut, Nine Inch Nails.
Di bumi, perlahan misteri siapa Vers sebenarnya mulai tersingkap. Teka-teki mengenai asal muasal kekuatannya serta mengapa namanya kini Vers dan bukan Carol Danvers pun mulai terungkap.
Tertolong Nick Fury
Film garapan sutradara Anna Boden bersama Ryan Fleck ini bukan tanpa cela. Di menit-menit awal, film ini terasa sangat membosankan. Sebagian besar paruh pertama film justru dihabiskan untuk menyodorkan banyak pertanyaan kepada penonton.
Karakter Vers yang kaku dan dingin juga tidak membantu terbangunnya mood penonton. Untunglah karakter Nick Fury mampu sesekali memunculkan gelak tawa. Bisa dibilang karakter tersebut menjadi showstealer di fi lm yang berbujet US$152 juta ini.
Kemunculannya selalu menggelikan dan konyol, tetapi tidak berlebihan dan jauh dari kesan absurd. Lelucon yang muncul kebanyakan seputar gegar budaya antara manusia bumi dan makhluk dari galaksi lain. Porsi komedinya terbilang cukup. Sebaliknya, aksi baku hantam di film ini terasa minim. Baik pertarungan pesawat angkasa luar maupun pertarungan senjata antarkarakter.
Aksi Captain Marvel paling memorable mungkin hanya saat ia akhirnya mampu menguasai kekuatan luar biasa yang ia miliki. Pemeran lain yang mencuri perhatian ialah kucing bernama Goose yang menggemaskan dan bahkan membawa kejutan. Goose sendiri dalam komiknya ialah kucing peliharaan Carol Danvers.
Film ini juga memberikan tribute untuk Stan Lee, komikus, editor, dan mantan pimpinan Marvel Comics yang wafat pada November lalu. Sebuah tribute yang dapat membuat para penggemar Marvel berkaca-kaca. Stan Lee juga muncul dalam kameo fi lm ini karena pengambilan gambar dilakukan sebelum ia wafat.
Ketimbang film-film MCU lain, pembangunan karakter Carol Danvers sebagai Captain Marvel barangkali merupakan salah satu yang terlemah. Apalagi jika dibandingkan dengan film Black Panther yang rilis tahun lalu. Walakin, alur cerita yang pada awalnya menjenuhkan belakangan menjadi sempurna dengan adanya twist yang tidak terduga.
Bagi para penggemar, tentu film mengenai superhero terkuat di MCU ini harus segera ditonton. Film ini juga akan menjelaskan alasan Nick Fury membentuk Avengers. Kemudian, seperti film-film MCU lain, Ada dua post-credit scene yang salah satunya sayang dilewatkan karena memberikan bocoran film Avengers: End Game yang akan rilis bulan depan. Jadi, jangan buru-buru keluar studio bioskop, ya! (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved