Musisi Tradisional Jepang Tampil di Jakarta

Abdillah Marzuqi
04/3/2019 15:05
Musisi Tradisional Jepang Tampil di Jakarta
(Ist)
SUASANA Negeri Sakura muncul di Gedung Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta, minggu lalu. Dari sebuah ruangan alunan musik yang sangat unik terdengar. Bunyi-bunyiannya otentik meski melodinya juga cukup akrab di telinga orang Indonesia.
 
Itulah penampilan dari tiga musisi tradisional Jepang, Kohei Inoue, Ryohei Inoue, dan Seizan Ishigaki, yang tampil dengan alat musik tradisional negara mereka. Mereka tergabung dalam orkestra AUN J Classic Orchestra. Pada Jumat (1/3) itu selain membawakan lagu One Asia, mereka juga membawakan lagu daerah Indonesia seperti Es Lilin, Manuk Dadali, dan Kicir-kicir.
 

Penampilan mereka untuk merayakan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang serta memperkenalkan kebudayaan Jepang melalui alat musik tradisional Jepang. Pertunjukan musik juga menampilkan kolaborasi antara pemusik Indonesia dan Jepang. "Konser ini untuk menyambut merayakan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Kolaborasi musisi Jepang dan Indonesia," terang Kohei saat ditemui usai pementasan.

AUN J  dibentuk pada 2008 dengan mengusung konsep alat musik tradisional Jepang yang lebih sederhana, elegan, dan bersahaja. Mereka menggabungkan berbagai alat musik tradisional Jepang yang dimainkan sehari-hari. Mereka berpijak pada musikalitas yang original. Pada 2013, AUN J ditunjuk oleh the Agency for Cultural Affairs Japan untuk melakukan rangkaian tur ke 4 negara Asean di bawah tema One Asia. Saat itulah mereka berkolaborasi dengan dua musisi tradisional Indonesia yakni Derry dan Indra. 

"Ini bukan kali pertama kami berkolaborasi. Ini sudah tahun ke lima. Tahun 2013, konser kami dimulai dari Kamboja. Pada saat itu kami berkumpul 4 negara Asean, Indonesia salah satunya. Dari tahun pertama itu kami sudah mencari artis dari 4 negara yang mempunyai hubungan diplomatik," lanjut Kohei.
 
Mereka juga memperkenalkan alat musik Jepang yakni wadaiko (genderang Jepang), shamisen (bentuknya mirip gitar), shakuhachi (seruling bambu), dan shinobue (seruling). Mereka memperkenalkan alat musik itu daat akan memainkan lagu. Selain lagu original dari AUN J, beberapa lagu juga dimainkan beberapa lagu asal Indonesia, seperti es lilin, manuk dadali, dan kicir-kicir.
 
Selama pertunjukan, AUN J tidak hanya menunjukkan kemampuan bermusik. Mereka juga membuat pertunjukan yang menghibur dengan pembawaan yang segar dan cair. Selama sekitar 1 jam durasi pertunjukan, sering tawa terdengar dari bangku penonton karena tingkah lucu para pemain maupun  aksi panggung yang memukau. Kohei juga berbicara bahasa Indonesia selama pertunjukan. Meski bermodalkan catatan, cara itu efektif untuk membuat penonton terpaku ke arah panggung. "Kami sudah menjadi performer 30 tahun. Kalau kami tidak punya inovasi untuk mengemas pertunjukan menarik, mungkin kami tidak akan bisa bertahan selama itu," tambah Ishigaki. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya