Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MINGGU pagi (3/3) ratusan orang mengenakan kain sarung berbagai motif di Plaza Tenggara Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Kain sarung dikenakan dengan cara dililitkan di tubuh menutup bagian pinggang ke bawah.
Sarung dipadupadankan dengan beragam jenis pakaian seperti kemeja, kaus, dan busana kebaya, sehingga memberi kesan kekinian. Sedianya mereka hendak mengikuti Festival Sarung 2019.
Sayangnya, hujan deras tiba-tiba mengguyur Jakarta dan sekitarnya, sehingga festival yang mestinya sesuai jadwal dimulai pukul 06.00 wib mundur cukup lama dan beberapa acara urung digelar.
Sekitar pukul 10.00 wib, festival sarung baru bisa dimulai, langsung dengan peragaan busana karya para desainer muda dari siswa SMK dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Total ada sekitar 150 peserta yang ikut peragaan busana dalam dua bagian, yakni pagi dan sore hari. Diantara para peserta terdapat para penyandang disabilitas yang ikut memperagakan gaya bersarung.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Festival Sarung Indonesia, IGK Manila, menerangkan, sarung merupakan salah satu budaya dan memiliki sejarah panjang yang menyertai bangsa ini. Hampir di berbagai pelosok Indonesia menggunakan sarung untuk berbagai keperluan baik untuk ritual ibadah, upacara adat ataupun busana sehari-hari. "Namun perkembangannya, UMKM sarung tak seindah motif-motif yang ada di dalamnya. Perlu dorongan dan dukungan berbagai pihak untuk memajukan UMKM sarung. Kondisi ini melatarbelakangi diselenggarakannya Festival Sarung Indonesia 2019,"katanya.
IGK Manila senang masyarakat datang dan mengunjungi festival sarung tingkat nasional terbesar yang baru pertama kalinya dilaksanakan. Festival ini, katanya, dimaksudkan untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan UMKM di Indonesia, serta membangkitkan kebanggaan terhadap sarung sebagai salah satu identitas nasional.
Bernilai Fesyen
Kurator Festival Sarung 2019, Samuel Wattimena mengatakan, hal yang membedakan festival sarung ini dari festival serupa yang pernah ada adalah adanya sinergi dari berbagai kementerian mendukung penyelenggaraan festival sarung di GBK ini. Menurutnya, beragam sarung dari ribuan pulau di Indonesia dapat menjadi ragam busana yang fashionable.
Ia berharap generasi milenial bangga dengan sarung sebagai ikon budaya. “Kalau generasi milenial bangga menggunakan sarung sebagai salah satu fashion item dalam keseharian maka akan dapat membantu memutar roda perekonomian di pelosok daerah, terutama daerah penghasil sarung,” kata Sammy. Sarung, tambahnya, sebagai salah satu identitas budaya yang dapat menyatukan bangsa.
Melalui Festival Sarung ini diharapkan sarung bisa menjadi populer seperti batik. Sehingga otomatis nantinya akan benar-benar dapat mendorong perekonomian rakyat. Terutama membantu perajin sarung dari pelosok daerah agar bangkit. Sebagaimana diketahui, sejumlah daerah penghasil kain tenun dan sarung terdampak bencana tsunami dan gempa. Seperti perajin sarung Donggala, dan Lombok.
Acara ini diinisiasi oleh Pokja Toleransi bersama Dekranas, Smesco Indonesia, para aktivis pemerhati budaya dan kebhinekaan serta mendapatkan dukungan dari Kementerian-kementerian dan Lembaga pemerintahan terkait. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved