Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAICHING: Ia selalu memfasilitasi apa pun yang diinginkan dua buah hatinya, asalkan bermanfaat bagi pengembangan diri mereka.
SETIAP orang memiliki cara berbeda dalam mengasuh anak. Artis Astrid Tiar, 32, memilih tidak membatasi ruang gerak anak-anaknya selama kegiatan yang mereka lakukan berdampak baik pengembangan diri.
Oleh karena itu, ia memfasilitasi setiap minat kedua buah hatinya, Annabel dan Isabel. "Aku tidak membatasi ruang gerak mereka selama positif dan bisa untuk mengembangkan diri serta mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka," kata perempuan bernama lengkap Astrid Tiar Yosephine Panjaitandia itu di Jakarta, Kamis (28/2).
Ia mengungkapkan, putri sulungnya, Annabel, belakangan ini ingin belajar bahasa Korea karena menggemari drama-drama dan lagu K-pop. Ia pun memfasilitas si sulung untuk mempelajari bahasa negeri asal boy grup BTS, Super Junior, dan Blackpink, serta sederet grup lainnya tersebut.
Ketika beberapa waktu kemudian Annabel minta kursus privat piano karena tertarik saat melihat orang lain main piano, Astrid pun meluluskan permintaan sang anak. "Selama itu positif, aku fasilitasi," ujarnya.
Istri dari Gerhard Reinaldi Situmorang itu mengatakan, minat kedua buah hatinya sangat berbeda. Kalau Annabel cenderung berminat pada musik, adiknya, Isabel, lebih menyukai aktivitas maskulin, antara lain membongkar pasang barang elektronik, sepeda, dan lainnya.
"Bakat mereka berbeda. Annabel lebih ke musik, yang kedua lebih suka kegiatan laki, ngotak-ngatik sepeda yang tadinya bener jadi enggak bener. (Isabel) suka banget meretelin barang-barang elektronik," tutur Astrid.
Meski kedua buah hatinya memiliki aktivitas masing-masing yang berbeda, Astrid selalu menciptakan momen berkualitas agar mereka bisa bersama-sama. Hal itu tidak melulu dilakukan dengan mengunjungi tempat wisata atau sejenisnya, tetapi bisa tercipta dengan sekadar mandi hujan.
"Sebagai ibu harus berkreasi menciptakan momen sama keluarga. Kalau saya di rumah melakukannya dari hal-hal kecil saja. Momen terakhir, aku hujan-hujanan bareng anak-anak," ujarnya.
Tidak seperti kebanyakan orangtua, perempuan kelahiran Jakarta, 12 Juli 1986, tersebut tidak khawatir anak-anaknya sakit karena mandi hujan sebab setelah main hujan, mereka langsung mandi.
Perempuan yang namanya melejit lewat sinetron Gatot Kaca dan Atas Nama Cinta itu mengungkapkan, Annabel dan Isabel semula takut oleh hujan. Namun, setelah ia membujuk melalui penjelasan sederhana, antara lain bahwa hujan itu tidak menyakitkan, mereka pun mampu menanggalkan rasa takut.
Setelah itu, mereka justru ketagihan mandi hujan. Terkadang, saat tidak hujan, kedua anaknya merengek minta mandi hujan, Astrid pun membuat hujan buatan dari air yang disemprotkan dari slang.
Menurutnya, di zaman sekarang momen seperti itu sudah langka sebab sebagian orangtua biasanya mengajak anak ke water park atau ke mal. "Bahagia itu sederhana," tuturnya.
Tidak harus kantor
Meski sibuk mengurus dua buah hatinya, Astrid belakangan juga menyempatkan diri menjadi presenter tayangan infotainment di salah satu stasiun televisi swasta. Menurutnya, pernikahan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal yang baru untuk melakukan kreativitas yang lebih besar. Kantor, lanjutnya, bukan satu-satunya ladang berkreasi.
Ia mengatakan, ada beragam hal yang bisa kaum hawa lakukan, misalnya berbisnis online atau mencari kegiatan lain yang bisa menjadi ladang mata pencarian sekaligus memanfaatkan waktu. (Ant/H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved