Komedi Kemenangan Para Pecundang

(Jek/M-2)
03/3/2019 02:00
Komedi Kemenangan Para Pecundang
(DOK. CJ ENTERTAINMET)

KENELANGSAAN yang memalukan, bumbu kejutan, dan hiperbol. Kombinasi ketiganya terbukti tokcer memantik daya komedi pada film Extreme Job.

Tim detektif unit narkotika yang diketuai Kapten Go (Ko) diperankan Ryu Seung-ryong, beranggotakan empat detektif Jang, Ma, Ho, dan satu detektif muda Jae-Hoon merupakan olok-olokan bagi satuan akademi kepolisian. Kapten Ko yang hampir memasuki masa pensiun, harus rela disalip juniornya dalam promosi jabatan. Belum lagi, tidak ada kasus besar yang berhasil dipecahkan. Kasus ecek-ecek menangkap seorang pengedar pun sampai harus melibatkan 16 mobil kecelakaan lalu lintas, ditambah bus, untuk dapat menyetop sang target buruan.

Adegan kejar-kejaran itu mengantar bangunan komedi pada film garapan Lee Byeong-heon ini. Sejak mula, Lee memang sudah menyemai benih komikal. Lewat kecanggungan (cringe) saat penangkapan seorang target lewat kaca gedung. Dari sini pula Lee mulai mengenalkan karakter-karakter filmnya.

Setelah kejadian ngenes di awal, plot mengantar pada pintu yang akan mengantar si tokoh utama dan sekondannya seperti mencicip ujung es krim pada babak akhir. Ketua detektif unit lain, Choi, yang baru saja promosi jabatan memberikan informasi mengenai kartel narkotika lintas negara yang tengah diincar. Bila Ko dan timnya berhasil membongkar praktik mereka, jackpot!

Kelima detektif itu lalu membeli sebuah restoran ayam yang sepi untuk menjadi markas pengintaian. Namun, tiap kali mereka tengah menyusun strategi, pelanggan datang. Mulailah mereka merasakan simalakama, antara pengusaha resto ayam dan detektif di pusaran kasus narkotika.

Jadi pecundang dalam pekerjaan, memang melelahkan. Begitu kira-kira realitas yang diwakili sebagian potongan kehidupan rumah tangga Kapten Ko. Alhasil, menimbulkan pertanyaan, apakah motivasi Ko untuk naik pangkat itu memang keinginannya, atau karena ejekan bosnya dan Kapten Choi, atau desakan istri dan timnya di unit narkotika?

Pada akhirnya, film ini setia dengan premis pecundang akhirnya mendapat kemenangan. Ko dan anak buahnya secara hiperbol dapat mengalahkan dua kelompok kartel narkotika. Namun, ada kejutan tentang sosok pecundang Ko dan para sekondan, tentang siapa mereka sebenarnya, yang mungkin menjadi alasan mereka lemah secara taktikal sehingga kengerian mereka tidak muncul sama sekali.

Mereka justru lebih terlihat seperti detektif tatkala menyelidiki kasus cabang waralaba ayam mereka, yang ternyata para pekerjanya serampangan, jarang pelanggan makan di tempat, tapi pesan antar selalu ramai.

Meski ramai bit menggelitik hingga ledakan tawa, sayangnya Extreme Job hanya membawa satu proposisi sepanjang film; mengantar Ko dan semua anak buahnya promosi, dan bisa mengejek kembali soal guyonan bus yang menabrak target operasi. (Jek/M-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya