Malioboro, Revitalisasi Setengah Hati

MI/USMAN ISKANDAR
03/3/2019 01:20
Malioboro, Revitalisasi Setengah Hati
(MI/USMAN ISKANDAR)

PROYEK revitalisasi kawas an Malioboro dimulai pada 2017, diawali dengan penataan jalur pedestrian, bersambung menata sisi barat Jalan Malioboro dengan memasang bangku-bangku taman dan penaman pohon. Tak sampai di situ, disediakannya fasilitas keran air bersih siap minum. Namun, proyek revitalisasi yang dikerjakan melalui beberapa tahap itu secara fi sik belum optimal. Penataan Jalan Malioboro yang awalnya akan meniru kawasan pedestrian di Kota Paris dan Kota Venesia di Italia itu masih jauh dari harapan. Anggaran Rp80 miliar yang telah disiapkan Pemkot Yogyakarta untuk mengubah wajah jalan yang panjangnya 700 meter dan terkenal di dunia itu secara fi sik belum memperlihatkan 'keistimewaannya'. Perawatan sejumlah fasilitas di kawasan tersibuk dan tidak pernah tidur ini mulai melemah. Keran air minum tak lagi mengalir, sejumlah lampu taman mulai redup bahkan tak menyala. Warna cat pada pot bunga dan taman kembali kusam. Bahkan, tidak jarang sampah dibiarkan berserakan. Sementara itu, bau kotoran kuda penarik andong wisata sangat mengganggu kenyamanan pengunjung. Tempat parkir becak kayuh dan becak motor di Jalan Pasar Kembang yang letaknya di ujung Jalan Malioboro sering menimbulkan kemacetan. Sementara itu, penataan reklame masih semrawut dan belum adanya standardisasi desain dan tata letak sehingga reklame-reklame itu malah menjadi sampah visual. Belum lagi coretan vandalisme pada dinding-dinding pertokoan menjadi sajian tidak estetis. Utilitas kabel listrik, telepon, dan saluran air masih mengganggu pemandangan. Semoga Jalan Malioboro yang le gendaris ini masih bisa menjadi ikon Yogyakarta sebagai kawasan yang setiap orang ingin selalu

kembali.MI/USMAN ISKANDAR





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya