Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyak ibu yang memiliki bayi memutuskan menunda pemberian makanan padat karena takut bayi akan mengalami alergi. Padahal menunda pemberian makanan padat pada bayi akan berisko meningkatkan reaksi alergi bayi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2.586 ibu menyusui dan kesehatan bayi mereka, peneliti menemukan mereka yang memperkenalkan makanan ‘pemicu alergi’ seperti kacang dan telur pada usia 7 bulan, memliki risiko alergi lebih kecil. Penelitian yang dilansir dailymail.co.uk, mengungkapkan para ibu yang takut akan terjadi alergi pada anaknya cenderung menunggu lebih lama dan memberikan ASI ekslusif sampai bayi tersebut berusia sekitar 10 bulan. Sebetulnya, bayi yang masih diberikan ASI sampai 10 bulan berpotensi mengembangkan intoleransi dan alergi terhadap makanan tertentu.
Para peneliti tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah penundaan itu yang harus disalahkan atau hanya karena insting para ibu itu benar. Akan tetapi, temuan ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan paparan awal terhadap makanan 'pemicu' yang bisa menjadi kunci untuk membangun ketahanan tubuh.
Dr Karen Robbins, yang merupakan pemimpin dari penelitian dan ahli alergi di Children's National Helath System, San Fransisco ini mengatakan menyusui bayi yang baru lahir selama beberapa bulan pertama dapat membantu mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga bayi menjadi lebih kuat, memengaruhi microbiome, dan mencegah pengembangan alergi di kemudian hari.
Sayangnya persepsi ibu akan reaksi buruk makanan padat bagi bayi baru lahir menjadi faktor berapa lama mereka memberikan ASI eksklusif. Dr Karen khawarir pemberian ASI yang lama berdampak pada ibu yang akan terlambar memperkenalkan makanan padat pada bayi.
"Berangsur-angsur beralih ke makanan pada, akan memberikan bayi kesempatan untuk mencicipi berbagai makanan, seperti ia kan menggigitnya, juga alergen makanan seperti kacang dan telur. Kita tahu dari penelitian sebelumnya memperkenalkan bayi kepada makanan alergen di masa awal perkembangan anak dengan tepat justru dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka dan secara dramatis mengurangi seberapa sering anak ini akan benar-benar alergi terhadap kacang," ungkap Dr Karen.
Hubungan antara menyusui dan alergi anak merupakan hal yang kompleks. Dr Karen mengatakan ia masih belum tahu seberapa sering reaksi awal ini akan menghasilkan alergi makanan atau pun intoleransi makanan sementara. Tim penelitian Dr Karen membuat temuan mereka dengan menganalisis data dari The Infant Feeding Practices Study II dari tahun 2005 hingga tahun 2007.
Studi ini juga bekerja sama Food and Drug Administration (FDA) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Mereka melacak diet dan praktik makan sekitar 2.000 perempuan di masa akhir kehamilan dan diet bayi mereka. Beberapa dari 2.586 ibu menyususi ini menyelesaikan survei ketika bayi mereka berusia empat, sembilan, dan 12 bulan.
Mereka diberikan sejumlah permasalah terkait makanan, seperti reaksi alergi, sensitivitas, atau intoleransi. Sebanyak 84,6% dari mereka tidak memiliki dugaan reaksi alergi terhadap makanan yang dikonsumsi maupun makanan yang terpapar melalui ASI. Penelitian ini juga menunjukan 11% bayi bereaksi terhadap sesuatu yang mereka makan, 2,4% beraksi terhadap produk makanan yang terpapar melalui ASI, dan 2,4% bereaksi terhadap makanan yang mereka konsumsi langsung atau terpapar melalui ASI.
Mereka juga menemukan, bayi yang diduga alergi setelah terpapar makanan yang disantap ibu mereka dan disalurkan melalui ASI rata-rata 45,8 minggu, bayi dengan intoleransi makanan setelah terpapar makanan yang dikonsumsi ibu mereka dan juga makanan yang mereka makan sendiri dan disalurkan melalui ASI rata-rata 40,2 minggu, dan bayi yang tidak mempedulikan reaksi makanan yang diberikan ASI rata-rata 32 minggu.
CDC mengungkapkan alergi makanan merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang memengaruhi 4%- 6% anak-anak Amerika Serikat. Akan tetapi, hanya sedikit yang diketahui mengenai hubungan antara alergi makanan yang dirasakan ibu, hipersensitivitas bayi terhadap makanan, dan berapa lama mereka disusui. Penelitian ini telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Academy of Allergy, Asthma, & Immunology 2019. (M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved