Teringat Haji di Bangladesh

MI/SUMARYANTO BRONTO
24/2/2019 02:05
Teringat Haji di Bangladesh
()

LAUTAN manusia yang berbondong-bondong berkumpul di Tongi, tepi Sungai Turag, di Dhaka, Bangladesh, sekilas mengingatkan akan musim haji. Jumlah jemaahnya ­tercatat pernah mencapai 5 juta orang yang datang dari 150 negara.

Ketika menunaikan salat bersama, jalanan di kawasan itu pun berubah menjadi saf-saf yang berjajar rapi. Semua kegiatan duniawi berhenti, berganti dengan kekhusukan rukuk dan sujud.

Itulah pertemuan tahunan kelompok Jemaah Tabligh, yang ­dikenal dengan Bishwa Ijtema, acara itu kerap disebut sebagai kegiatan keagamaan tahunan terbesar kedua bagi muslim di dunia setelah haji.

Demi acara tiga hari itu, para jemaah datang dengan beragam cara dan penuh risiko. Sistem transportasi massal di Bangladesh yang belum tertata baik dan sangat terbatas kapasitasnya, membuat para jemaah yang menaiki kereta harus berdesakan duduk di atap.

Pertama kali diadakan pada 1967, Bishwa Ijtema memiliki tujuan reformasi spiritual Islam. Pemrakarsanya ialah oleh seorang sarjana India bernama Muhammad Ilyas al Kandhlawi.

Ia memulai kegiatan itu dari pertemuan sekelompok kecil orang yang dilangsungkan di masjid lokal di Tongki pada empat dekade lalu. Sejak 2011, Bishwa Ijtema berlangsung dalam dua tahap demi menampung sejumlah besarnya peserta. Acara itu difokuskan untuk menafsirkan makna sebenarnya dari Alquran. (M-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya