Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALI ini, beberapa bintang tamu yang merupakan orang-orang asing yang memberikan dampak yang baik terhadap Indonesia. Lalu, jika mereka dapat melakukan hal tersebut, mengapa masyarakat yang berasal dari Indonesia tak dapat melakukannya.
Aaron Fishman, merupakan warga Amerika Serikat yang kini menetap di Desa Ban, Bali Timur. Ia sudah menetap selama tujuh tahun dan ia pun sudah fasih berbahasa Indonesia dengan bermodal belajar di Bali. Aaron pertama kali datang ke Indonesia sebagai sukarelawan dan sedang ada program bersama posyandu di Bali.
“Saya hampir 15 tahun kerja di industri makanan, restoran atau grocery, dan saya sedikit capek, akhirnya saya pindah ke paramedis. Itu di Boston, terus setelah dua tahun saya bersama pemadam kebakaran di sana. Saya ingin keliling dunia untuk menjadi sukarelawan,” ungkap pria yang kini berusia 35 tahun ini.
Awalnya, Aaron sebenarnya ingin mengikuti program Pi Score dari pemerintahan Amerika. Ia pun memiliki teman yang bekerja di Bali Timur dengan yayasan yang serupa. Setelah itu pun ia berangkat ke Bali dan mulai bekerja di sana pada Oktober 2011. Saat Aaron berada di Boston, sebenarnya ia memiliki usaha di bidang makanan, tetapi ia lebih memilih menjualnya karena ia merasa sangat bosan dengan pekerjaan tersebut.
Pada awalnya, Aaron hanya bekerja di Bali selama dua bulan saja. Kemudian ia pindah ke Sri Lanka dan beberapa tempat lainnya hingga pada 2012 ia kembali ke Bali. Aaron merasa ada sebuah kejanggalan di Bali Timur ini. Para petani jambu mete atau jambu monyet
banyak yang melakukan ekspor ke India dan Vietnam. Namun, hal ini tidak menyelesaikan masalah karena kemiskinan dan kesehatan masih terjadi di Bali Timur. Padahal, mereka memiliki potensi untuk berkembang dan menyelesaikan permasalahan ekonomi mereka.
Aaron lalu membantu masyarakat dengan membentuk perusahaan East Bali Cashew. Ia membantu masyarakat untuk membantu perekonomian mereka dan menunjukkan bagaimana mengolah jambu mete ini dan bahkan menjualnya dengan harga tinggi. Hingga kini, perusahaan Aaron mampu menjualnya ke 20 negara di dunia, seperti Australia, Amerika, Jerman, Jepang. Aaron pun membagikan bagaimana kondisi masyarakat saat ia belum membangun perusahaannya tersebut.
“Di Kecamatan Kubu, utamanya tidak ada air dan tidak bisa dibor. Makanya, semua orang di sana menyimpan air hujan, kondisi tanah juga buruk karena erupsi Gunung Agung tahun 1963. Itu ada sekitar 1-3 meter pasir di sana. Tanaman jadi tidak begitu subur di sana, juga hujan hanya terjadi tiga sampai empat bulan dalam setahun. Musim kemarau sangat panjang, juga airnya tidak ada. Pas saya masuk juga listrik belum masuk di semua dusun,” lanjutnya.
Pada awalnya, Aaron hanya memiliki satu karyawan saja, kemudian bertambah menjadi 10 orang, hingga saat ini ia memiliki 700 pekerja di perusahaannya. Saat ini Aaron pun telah memiliki kantor di Denpasar, Jakarta, dan Surabaya. Dalam hal olahan dan rasa, Aaron pun terlibat langsung di dalamnya karena pengalamannya yang pernah bekerja di restoran. Kendati demikian, Aaron mengungkapkan belum begitu mengerti beberapa cita rasa Indonesia seperti pisang dan lainnya.
Kacang mete yang Aaron produksi merupakan kacang mete yang berasal dari petani Bali Timur. Bahkan pada tahun ini, ia tengah memproduksi hampir seribu ton kacang mete.
“Dari semua karyawan pasti perekonomian mereka jauh lebih berkembang dari sebelumnya. Dari ratusan orang yang bekerja di pabrik, pasti dia bisa bikin warung atau toko. Dia bisa investasi dan edukasi, terus ada perbaikan nutrisi, bisa beli rumah, mobil, motor, hewan, kebun. Itu saya sangat bangga melihat perkembangan mereka,” tutup Aaron. (M-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved