Mengubah Stigma dengan Hidup Bersama

(Des/M-4)
22/2/2019 23:00
Mengubah Stigma dengan Hidup Bersama
(MI/Sumaryanto)

BERIKUTNYA seorang pemuda asal Jepang yang merasa hidupnya untuk Indonesia. Ia ingin membantu para penderita kusta dalam menjalani hidupnya. Yuta Nakashima namanya. Dia telah tinggal di Indonesia selama 7 tahun. Dia mengungkapkan ingin mengubah hal yang biasa disebut sebagai penderita kusta menjadi orang-orang yang pernah mengalami kusta karena ia merasa ada diskriminasi dalam kalimat tersebut.

“Sebenarnya, untuk ke depan nama orang-orang yang pernah mengalami kusta itu juga sudah tidak dipakai. Soalnya orang yang pernah mengalami kanker, sakit jantung, itu tidak dibilang sebagai orang yang pernah mengalami kanker. Jadi, ya pengennya ke depan orang-orang yang pernah mengalami kusta dipanggil orang-orang biasa saja,” ungkap pria yang berkuliah di Osaka tersebut.

Pada awalnya, Yuta memiliki pengalaman dengan seorang perempuan lanjut usia yang bernama Mei Hwa yang berasal dari Tiongkok yang mengalami kusta dan tidak bisa pergi ke mana-mana. Dari sini Yuta merasa prihatin dan kebetulan ketika ia berkuliah di Jepang, ia belajar bahasa Indonesia dan akhirnya ia datang ke Indonesia. Ia menjadikan Mei Hwa sebagai inspirasinya dan ingin menceritakan pengalamannya membantu orang-orang yang pernah mengalami kusta.

Yuta merasa bahwa orang-orang ini sebenarnya sudah sembuh dari kusta walaupun mereka memiliki kelumpuhan dalam beberapa bagian tubuh mereka. Maka dari itu, ia tak takut untuk bersentuhan dan bergaul dengan orang-orang tersebut. Ia mengatakan bahwa mereka sudah sembuh dan tidak diperlukan rasa takut untuk dekat dengan mereka. “Walaupun dia belum minum obat, sebenarnya daya penularan itu sangat lemah. Untuk penularannya dibutuhkan waktu yang panjang dan juga frekuensi kedekatan yang tinggi.”

Orang-orang yang pernah mengalami kusta ini sebenarnya memiliki self stigma pada diri mereka yang menyebabkan pesimistis terhadap diri sendiri dan merasa bahwa merekalah yang salah dan tidak baik. Salah satu daerah yang dibantu Yuta ialah Desa Nganget, Tuban, Jawa Timur. Banyak dampak perubahan yang terjadi setelah Yuta masuk selama dua minggu dan ikut mengembangkan infrastruktur dan banyak hal di sana.

Leprosy Care Community merupakan komunitas yang dibangun dengan anggota mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang peduli terhadap orang-orang yang pernah mengalami kusta.

Program yang dibangun dalam komunitas ini ialah workcamp. Mereka akan mengunjungi desa-desa yang berisikan orang-orang yang pernah mengalami kusta dan mereka akan tinggal di sana selama dua minggu dan melakukan kegiatan bersama mereka. Selain itu, mereka banyak melakukan hal lainnya, seperti membangun akses jalan, membangun toilet, dan saluran air.

Yuta menunjukkan bahwa sebenarnya orang-orang yang pernah mengalami kusta bukanlah untuk dihindari. (Des/M-4)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya