Arungi Citarum dengan Limbah Botol

(Des/M-4)
22/2/2019 22:40
Arungi Citarum dengan Limbah Botol
(MI/Sumaryanto)

SEPASANG kakak beradik, mengarungi Su­ngai Citarum menggunakan kano atau perahu kecil yang terbuat dari limbah botol plastik. Aktivitas itu didokumentasikan dan mendapatkan respons bukan saja dari Indonesia, bahkan dari seluruh dunia. Gary Bencheghib, merupakan kakak beradik tersebut yang menjelaskan bagaimana tantangan yang dialami mereka berdua.

Make A Change World, merupakan yayasan yang dibangun Gary yang berkegiatan untuk membuat perubahan di dunia dengan cara mengumpulkan sampah di seluruh dunia. Gary sebenarnya sudah sejak umur 9 tahun tinggal di Indonesia.

Gary bersama adiknya, Sam, dan kakaknya, Carey, ikut bersama orangtuanya untuk tinggal di Indonesia. Gary pada saat itu tinggal di Bali bersama orangtua dan saudaranya. Saat ini Gary rutin membagikan video-video mengenai lingkungan yang dapat berdampak buruk ke depannya melalui Make A Change World. Ia pun membagikan mengapa ia mau melakukan hal tersebut.

“Kita ketika umurnya 14 tahun, ketika surfing melihat banyak sampah dan semuanya saya taruh. Kami bilang apa yang anak bule Bali bisa lakukan untuk Bali. So, kita melakukan aktivitas setiap minggu membersihkan sampah, dan setiap minggu ada lebih dan lebih banyak sampah yang datang,” ungkap pria yang kini berusia 24 tahun ini.

Saat itu, Gary bertanya dari mana sebenarnya sampah ini terus berdatangan, dan ia mendapati bahwa sebanyak 80% polusi plastik di laut datang dari sungai. Hal ini membuatnya terinspirasi dan membuat ide untuk membersihkan sungai paling kotor di dunia, yaitu sungai Citarum. “Citarum itu kalau pakai Google (dicari) sungai terkotor di dunia, Cita­rum. Saya sudah lihat banyak gambar dari sungai ini, tapi belum tahu lokasinya.

Lokasi­nya dekat Bandung sampai Karawang, Bekasi, dan Laut Jawa. So, kita bikin ide kenapa tidak bikin perahu dari sampah,” lanjut Gary.

Perjalanan menyusuri sungai yang ditempuh Gary dari Majalaya sampai Saguling dan banyak titik-titik yang dituju Gary untuk mengumpulkan sampah termasuk Karawang sampai Pantai Bahagia.

Gary mengatakan bahwa tujuannya ingin membangun kesadaran mengenai Sungai Citarum ini. Banyak orang yang tak membicarakan permasalahan ini dan pemerintah pun tak tahu mengenai masalah ini sehingga Gary membuat video untuk menarik perhatian publik dan juga pemerintah mengenai permasalahan ini melalui media sosial.

Setelah viralnya ekspedisi yang dilakukan Gary, dua minggu kemudian Kementerian Lingkungan Hidup menghubungi Gary dan mengajaknya bekerja sama untuk membuat iklan darurat membersihkan Sungai Citarum. Bahkan setelah empat bulan setelah ekspedisi berlanjut, Presiden Joko Widodo ikut bertindak dan mengajak untuk membersihkan Sungai Citarum dan membuat sungai tersebut menjadi sungai tebersih di dunia. (Des/M-4)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya