Studi: Tidak Punya Akun Medsos, Tidak Membuat Privasi Aman

Despian Nurhidayat
29/1/2019 16:15
Studi: Tidak Punya Akun Medsos, Tidak Membuat Privasi Aman
(Thinkstock)

KABAR buruk bagi para pecinta privasi. Di era medsos sekarang ini, tidak memiliki akun nyatanya tetap tidak membuat anda bebas dari resiko terbongkarnya privasi. Demikian hasil penelitian yang dilakukan tim dari University of Vermont, Amerika Serikat (AS), dan University of Adelaide, Australia yang dilansir baru-baru ini oleh Science Daily dan telah diterbitkan di jurnal Nature Human Behavior, Senin (21/1).

Selama ini ada anggapan umum bahwa jika tidak ingin privasi terungkap di medsos seperti Facebook atau Twitter, maka orang hanya cukup menghindari memiliki akun di platform itu. Untuk membuktikan anggapan itu, tim ilmuwan meneliti 30 juta unggahan publik yang dibuat oleh 13.905 pengguna Twitter. Dari data itu didapatkan hanya butuh unggahan dari 8 - 9 orang teman Anda untuk bisa mengetahui aktivitas Anda dan memprediksi unggahan yang akan Anda buat. Sementara bagi Anda yang tidak pernah bergabung atau tidak punya akun di medsos itu, tim peneliti tetap bisa membuat prediksi sampai 95% akurasi untuk kegiatan yang sedang Anda lakukan.

"Dilihat dari sudut pandang lain, ketika anda mendaftarkan diri ke Facebook atau platform media sosial lainnya. Anda pikir anda hanya memberikan informasi anda, tetapi anda juga memberikan informasi teman-teman anda!," ungkap ahli matematika University of Vermont James Bagrow yang memimpin penelitian tersebut.

Penelitian ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang keberadaan privasi dan bagaimana, di era masyarakat yang sangat berjejaring saat ini, pilihan dan identitas seseorang diposisikan. Studi ini juga menunjukkan bahwa setidaknya, secara teori perusahaan, pemerintah, atau lainnya dapat secara akurat menggambarkan mengenai seseorang seperti pikiran politik, produk favorit, komitmen keagamaan, dan lainnya hanya melalui teman-teman mereka saja.

"Tidak ada tempat untuk bersembunyi di media sosial," ungkap Lewis Mitchell, rekan penulis studi yang juga seorang peneliti pasca-doktoral di University of Vermont. Bagaimana informasi bergerak di platform media sosial, seperti Facebook dan Twitter telah menjadi faktor kuat dalam gerakan protes, pemilihan nasional, dan naik turunnya merek komersial. Sejauh ini, hal ini disebabkan oleh pengguna platform ini yang mengungkapkan sebagian besar informasi mengenai diri mereka sendiri dan juga teman-teman mereka.

Kendati demikian, para ilmuwan ini belum mengetahui pasti apakah ada batasan mendasar untuk besaran prediksi yang dapat dibuat. Semua ini tergantung pada pasang susurtnya data yang ada. Jika memang demikian, pertanyaan berikutnya adalah apa yang bisa manusia lakukan untuk melindungi privasinya? (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya