Berburu Kuliner Peranakan di Festival Kuliner Pasar Glodok

Fathurrozak
26/1/2019 09:10
Berburu Kuliner Peranakan di Festival Kuliner Pasar Glodok
(Dok.)

SUDAH lama ingin mencicipi Kopi Es Tak Kie sekaligus Rujak Shanghai Encim dan berbagai kuliner peranakan lainnya di satu tempat? Sejak Rabu (23/1) hingga 10 Februariberbagai kuliner itu tersaji di Festival Kuliner Pasar Glodok yang digelar di Mal Ciputra. Festival tersebut menghadirkan 26 stan kuliner peranakan tionghoa nan legendaris yang ada di Jakarta Barat, khususnya Glodok.

Berikut beberapa kuliner yang tersedia yang pantas kamu cicipi:

 

1. Rujak Shanghai Encim

Kuliner dengan resep yang telah diturunkan tiga generasi ini menjadi salah satu yang wajib coba saat kamu mampir ke Festival Kuliner Pasar Glodok. Budiman, cucu generasi pertama yang kini mengelola usaha tersebut mengaku masih mempertahankan keaslian resep. Menu Rujak Shanghai Encim terdiri dari ubur-ubur yang telah direbus, sayur kangkung, timun, lalu diberi saus racikan yang berwarna merah dan bertekstur agak kental, dan ditaburi kacang.

"Kalau dikasih Jeruk limau, biar enggak terlalu amis juga. Saya sudah dari kecil bantuin mami, waktu masih ada popo juga udah bantuin. Popo dulu mulai sejak tahun 1950. Dulu bukanya di depan bioskop Shanghai, itulah asal nama makanan kita," ungkap Budiman, yang juga akrab disapa Encim, dalam konfrensi pers yang berlangsung Jumat, (25/1).

Menurut Budiman, pelanggan yang datang ke tempatnya membuka usaha kuliner di kawasan Pancoran, Glodok itu, banyak yang merupakan pengunjung loyal. Mereka menurunkan kegemaran makan rujak ke anak dan cucu.

 

2. Lek Tau Suan

Makanan ini cocok sebagai hidangan penutup. Kuliner khas Pontianak ini terbuat dari cakwe dan kacang hijau kupas. Rasanya manis dan memiliki kuah sedikit kental.

Nico Rian Lesmana pemilik kedai Pho Pho Kaloci menjelaskan jika proses pemasakan kacang hijau menggunakan daun pandan untuk menghasilkan aroma yang harum nan lezat. "Kacang hijaunya pun jangan sampai pecah, supaya ketika pas dimakan tidak hancur. Untuk cakwenya, itu tergantung si pembuatnya, kadang ada yang suka dengan tekstur kering, kalau saya buat dengan tekstur lembut supaya bisa meresap kuah kentalnya ketika makan," jelas Nico yang masih mengikuti resep keluarganya. Menurut Nico, Lek Tau San biasanya disajikan untuk sarapan, atau malam sebelum tidur.

 

3. Kuo Tie Shantung Ling

Kudapan ini berbahan tepung terigu dan daging ayam atau udang yang sudah dicampur dengan bumbu seperti Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombai. Kuo Tie dikudap dengan mencocolnya bersama sambal, dan menjadi teman minum teh untuk bersantai. Satu porsi berisi lima Kuo Tie dengan harga Rp.25 ribu.

 

4. Kopi Es Tak Kie

Kopi es yang sudah melegenda ini juga hadir dalam Festival Kuliner Pasar Glodok. Berdiri sejak 1927, kopi tersebut digemari hingga kalangan pejabat negara. Sajian kopinya sebenarnya sederhana saja yakni kopi hitam dan kopi susu, yang masing-masing bisa disajikantanpa atau dengan es.

Festival Kuliner Pasar Glodok merupakan inisiatif Mal Ciputra dalam memeriahkan momen Imlek. Selain sajian berbagai kuliner peranakan tionghoa, juga ada pertunjukkan Wayang Potehi dan Barongsai Patok Besi yang sudah memiliki penghargaan internasional sebanyak empat kali.

"Kami ingin lestarikan kebudayaan. Salah satunya melalui kuliner yang bisa menyatukan keluarga, teman, dan sahabat. Selain itu juga bisa menjadi sarana edukasi untuk anak-anak, dengan dihadirkannya pentas Wayang Potehi, yang memang perlu dilestarikan, puppet show Indonesia yang sudah melegenda. Kalau tidak diperkenalkan ke generasi mendatang, nanti bisa terputus," jelas General Manajer Mal Ciputra Jakarta Ferry Irianto. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya