Atasi Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Message Lima Kali

Fathurrozak
22/1/2019 13:05
 Atasi Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Message Lima Kali
(Manan VATSYAYANA / AFP)

WhatsApp membatasi penggunanya untuk mengirim pesan yang sama ke lebih dari lima orang atau grup. Kebijakan itu dilakukan aplikasi pesan itu demi menindak penyebaran informasi yang salah pada platformnya.

Sebelumnya Whatsapp membatasai pengguna meneruskan pesan hingga 20 kali. Juli lalu, aplikasi milik Facebook ini membatasi penerusan pesan hingga lima kali untuk pengguna di India. Sekarang kebijakan ini diperluas secara global. 

“Kami menerapkan batas lima pesan di seluruh dunia pada hari ini,” kata Wakil Presiden Kebijakan dan Komunikasi WhatsApp Victoria Grand, dikutip dari DailyMail.

Keputusan untuk memperluas batasan itu secara global setelah melihat hasil tes di India. Batas penerusan pesan diberlakukan di India, setelah penyebaran desas-desus di media sosial mengarah pada pembunuhan dan upaya hukuman mati tanpa pengadilan. 

WhatsApp, yang memiliki sekitar 1,5 miliar pengguna, telah berusaha menemukan cara untuk menghentikan penyalahgunaan aplikasi. Tindakan itu dilakukan guna  merespons kekhawatiran global bahwa platform itu digunakan untuk menyebarkan berita palsu, memanipulasi foto, video tanpa konteks, dan tipuan audio, tanpa cara untuk memantau asal atau jangkauan penuh mereka.

“Enkripsi end-to-end aplikasi ini memungkinkan kelompok ratusan pengguna untuk bertukar teks, foto, dan video di luar bidang pemeriksa fakta independen atau bahkan platform itu sendiri. WhatsApp akan meluncurkan pembaruan untuk mengaktifkan batas forward message mulai Senin,” kata kepala komunikasi WhatsApp Carl Woog.

Pengguna Android akan menerima pembaruan kebijakan ini terlebih dahulu, diikuti pengguna iOS. Pihak perusahaan mengatakan perubahan baru ini akan membantu aplikasi tetap menjadi tempat untuk komunikasi personal antar orang.

“Ini akan membantu menjaga WhatsApp fokus pada pesan pribadi dengan kontak dekat,” kata juru bicara perusahaan. Ia melanjutkan, “Kami akan terus mendengarkan respons pengguna tentang pengalaman mereka, dan seiring waktu, mencari cara baru untuk menangani konten viral.”

Facebook, perusahaan induk WhatsApp juga menghadapi pengawasan yang baru, untuk perannya dalam menyebarkan informasi yang salah. Sebagai tanggapan, Facebook telah menggandakan upaya untuk mencegah berita palsu, menghapus ratusan halaman dan akun dari situs webnya yang diyakini terkait dengan kampanye disinformasi terkoordinasi. (M-3)
 
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya