Menjaja Kopi di Negeri Penghasil Teh

Retno Hemawati
21/1/2019 20:00
Menjaja Kopi di Negeri Penghasil Teh
(ANTARA FOTO/Syifa Yulinna)

MUHAMMAD Rifat, tampak percaya diri meracik kopi di acara Asia Tourism and Travel Expo (SATTE) 2019 di India Expo Mart, Greater Noida, New Delhi, India. Acara itu berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (16/1) hingga Kamis (18/1). Rifat pun sadar, 'bertamu' sekaligus menjajakan kopi di negeri penghasil teh perlu kesabaran ekstra. Di India, teh banyak dihasilkan dari Assam dan Darjeeling. Produksi mereka sangat tinggi. Nomor dua setelah Tiongkok.

Rifat menerima banyak pertanyaan di paviliun Indonesia yang digagas oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. "Pertanyaan sebenernya karena mereka tidak biasa minum pahit sehingga banyak yang minta gula. Yang kedua, mereka juga menanyakan susu, mereka biasa minum teh dengan susu, kopi juga dengan susu," kata Rifat yang juga merupakan barista Iconic Coffee, BSD kepada Media Indonesia, kemarin, masih di India.

Dia kemudian bercerita, ada empat biji kopi yang dia bawa yakni Lampung, Mandailing, Toraja, Bali. "Mandailing tentu saja dibawa karena juara di Eropa, sementara Lampung juga digemari karena murah dan orang sudah terbiasa minum kopi yang pahit. Kopi Lampung ini murah harganya," kata Muhammad Rifat.

Rifat, membawa setidaknya 15 kilogram kopi dalam bentuk biji. Dalam setiap perjalanan bagasinya sebagian besar untuk membawa alat-alat dan bahan pembuat kopi, termasuk V60, teko, grinder, dan masih banyak lagi. Dia juga membawa gelas kertas untuk menyajikan kopi dengan volume 120 mili liter. "Itu cukup untuk coffee tasting, tapi banyak juga yang datang ulang sampai tiga Kali dalam sehari; pagi, siang, dan sore sebelum tutup.

Dia bercerita, setiap melakukan coffee tasting ke luar negeri, tidak semua alat dibawanya, terutama mesin espresso. Mesin ini berat, besar, dan berisiko rusak kalau dibawa ke luar negeri. Jadi sebaiknya sewa saja di negara setempat. Memang sewanya juga mahal, tapi membeli baru ya nggak mungkin."

Sebanyak 1.500 cup telah dia buat di acara yang berlamgsung tiga hari ini. "Senang, dan memang harus percaya diri dengan kopi Indonesia. Saya berharap, dengan mengenal kopi, mereka kenal Indonesia, dan ingin berkunjung ke negara kita," tutup dia. (Eno)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Retno Hemawati
Berita Lainnya