Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WISATA alam perairan memang mendominasi wisata religi, di kawasan ini. Bertempat di Tanjung Pinang, patung 1.000 Buddha yang dibangun di Vihara Ksitigarbha Bodhisatva telah menjadi magnet bagi pengunjung Pulau Bintan.
Vihara kelolaan Yayasan Ling Shan Ji Yu Si itu semula sekadar tempat ibadah. Walakin, animo kunjungan ke tempat tersebut ternyata kian meningkat. Akhirnya, Pemerintah Kota Tanjung Pinang meminta pihak vihara membukanya untuk umum. Jadilah tempat ini salah satu objek wisata religi-budaya sejak 2016.
Dari gerbang terdepan pengunjung harus berjalan kaki menanjak ke area vihara. Sampai di pintu utama, pihak pengelola wisata akan menarik biaya masuk Rp5.000 per orang.
Pada Minggu (30/12/2018), vihara itu dipadati pengunjung. Bukan hanya oleh pemeluk Buddha, melainkan juga wisatawan yang datang untuk melihat patung-patung Buddha dan berfoto dengannya.
Disebut patung 1.000 Buddha karena banyak sekali patung perwujudan para Buddha emanasi dari berbagai penjuru di lokasi vihara itu. Sayangnya, tidak ditemui pemandu yang bisa bercerita ataupun catatan sejarah. Alhasil, para pengunjung hanya berfoto ria di depan patung-patung tanpa tahu latar belakang maupun keterangan perihal patung-patung tersebut.
“Kami bingung, ini jumlah patung total ada berapa ya, apa benar ada 1.000 seperti nama lokasinya. Lalu, itu patung apa saja dan cerita sejarahnya bagaimana, tidak ada yang menjelaskan. Padahal, lokasinya sangat bagus,” ujar Caca, 35, salah seorang wisatawan dari Jakarta.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjung Pinang, Raja Kholidin, mengatakan, sejak dijadikan tempat wisata, pihak Pemkot mulai memfasilitasi perbaikan infrastruktur jalan dan pembenahan lain. “Kita akan minta pihak yayasan memberikan cerita sejarah yang benar. Kita juga akan mempermudah akses wisata ke lokasi itu, seperti transportasi, ada brosur di tiap hotel mengenai tempat wisata, besaran tarifnya juga disebarluaskan,” katanya.
Selepas dari Vihara Ksitigarbha Bodhisatva, pengunjung dapat menikmati kopi sekanak racikan H Teja Alhabd. Kopi sekanak ialah kopi jenis robusta dari berbagai daerah yang diracik dengan beragam rempah. Kopi ini dipercaya dapat meningkatkan
vitalitas.
Kopi sekanak konon merupakan bagian tradisi minum kopi para raja melayu dari dinasti Iskandar Zulkarnaen. Budayawan H Teja Alhabd, lalu mencoba menghidupkan kisah itu. Di tempatnya, kopi disajikan dengan kudapan khas Melayu, seperti roti canai.
“Ada tiga level yang kami sajikan, tergantung campuran rempahnya. Level 7, kopi yang aman untuk penderita sakit lambung. Level 9 agar badan lebih fit, dan mengatasi gangguan tidur. Level 11 untuk meningkatkan vitalitas kaum pria,” tutur Teja yang enggan mengungkap racikan kopinya itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved