Tren Make Up 2019 Lebih Natural

Haufan Hasyim Salengke
04/1/2019 09:00
Tren Make Up 2019 Lebih Natural
(thinkstock)

Warna natural juga menjadi pilihan pada tahun babi tanah untuk riasan kuku, sedangkan yang suka berekspresi dengan kutek cenderung memilih warna metalik.

IBARAT roda yang berputar, begitulah tren make up akan selalu berubah. Ada yang ditinggalkan, tapi ada juga yang bertahan.

Tren make up di tahun babi tanah ini kini cenderung lebih menonjolkan sisi natural jika dibandingkan dengan make up riasan pada 2018 yang condong tebal.

Menurut ahli kecantikan Caroline Septerita, Chief of Team Art Wardah, make up 2019 berciri khas flawless, healthy skin, dan glowing.

Untuk make up base atau primer pada 2019 ini akan lebih memperhatikan complexion, yaitu pemilihan foundation yang tepat dan sesuai dengan warna serta jenis kulit. "Itu untuk menghasilkan make up base yang flawless," ujar Caroline yang merupakan Chief of Team Art Wardah ketika dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Untuk make up decorative pada bagian mata lebih menyukai statement dan alis soft. Riasan make up glowing dan terdapat shimer di area mata akan lebih diminati.

Sementara itu, bagi mereka yang menggunakan statement line akan lebih bermain di eyeliner. Mereka tidak menggunakan eyeshadow, tapi lebih menggunakan eyeline yang klasik. "Bagian depan tipis, sedangkan pada bagian belakang lebih tebal," paparnya.

Penggunaan bulu mata palsu yang sebelumnya menjadi tren diperkirakan tidak lagi disukai. Mereka kini lebih bermain di maskara dengan mengatur tingkat ketebalan atau ketipisannya.

Untuk bagian bibir, lipstik natural dan glowing akan menjadi tren tahun ini. Bagi mereka yang sudah menyetok lipstik matte tidak perlu khawatir karena bisa mengakalinya dengan tambahan wonder shine.

Warna natural juga menjadi pilihan pada tahun babi tanah untuk riasan kuku, sedangkan yang suka berekspresi dengan kutek cenderung memilih warna metalik.

Sementara itu, untuk rambut, masyarakat sekarang lebih menyukai gaya yang simpel. Seperti diluruskan atau di-curly. Caroline menyebut perempuan Indonesia lebih kreatif dalam urusan make up. Kiblat mereka bisa dari mana saja sesuai dengan mood.

Living coral

Sementara itu, untuk warna yang bakal menjadi tren 2019 berdasarkan rilis Colour Institute Pantone ialah living coral. Warna tersebut menggantikan ungu tua atau ultraviolet yang menjadi tren tahun lalu.

Living coral atau shade dengan nomor 16-1546 ini terinspirasi dari terumbu karang yang terancam punah dan memanasnya politik global. Warna itu mengarah pada warna oranye, tapi memiliki kesan yang lembut, hangat, dan ringan.

Pantone percaya jika warna tersebut akan menimbulkan kehangatan dan memberikan kenyaman untuk lingkungan yang terus berubah. "Warna ialah sebuah lensa yang menyamakan kedudukan kita seperti apa yang kita alami dan tentang realitas digital dan ini juga berlaku untuk terumbu karang. Konsumen menginginkan interaksi manusia dan koneksi sosial, kualitas kemanusiaan, dan pemberi semangat. Itu semua mampu ditampilkan Pantone melalui living coral yang ramah," ujar Leatrice Eiseman, Executive Director of The Pantone Color Institute, dilansir Pantone, kemarin.

Warna living coral sudah digunakan beberapa perancang dunia, seperti Prada, Stella McCartney, dan Prabal Gurung, untuk koleksi Spring/Summer 2019. Selain itu, supermodel Gigi Hadid juga sempat terlihat mengenakan busana berwarna living coral di New York.

Ia menggunakan warna tersebut mulai atasan hingga sepatu.

Warna tahunan yang ditetapkan Pantone telah memengaruhi beberapa tren, seperti mode, perabot rumah tangga, desain industri serta desain grafis selama 20 tahun lebih.

Proses pemilihan warna setiap tahun juga melalui proses yang panjang. Para ahli warna yang berada di Pantone Color Institute menyisir seluruh warna di dunia untuk mencari pengaruh warna baru. Hal ini mencakup industri hiburan dan film, koleksi seni, mode, desain, gaya hidup, kondisi sosial ekonomi serta platform media sosial. (Ant/S-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya