Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Tambang ini merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler di Krakow. Tiap tahun, kurang lebih 2 juta wisatawan datang berkunjung.
BERWISATA ke tambang garam? Ya, Anda bisa melakukannya ketika mengunjungi Krakow, Polandia bagian selatan. Lebih tepatnya, di tambang garam bawah tanah Wieliczka, atau Kopalnia soli Wieliczka dalam bahasa setempat.
Bukan sembarang tambang. Tambang yang telah beroperasi selama 600 tahun sejak abad 13 ini merupakan yang tertua di dunia. Setelah banjir yang berkepanjangan serta jatuhnya harga garam dunia, barulah tambang tersebut ditutup secara resmi pada 1996.
Dulu, ketika tambang Wileiczka mulai dibuka, garam dianggap salah satu barang komersial yang bernilai tinggi di Eropa, termasuk Polandia. Garam digunakan sebagai pengawet makanan dan penyedap rasa. Ekonomi berkembang berdasarkan produksi dan perdagangan garam. Tak heran jika penguasa kala itu memonopoli pertambangan garam dan menggunakan hasil 'emas putih' tersebut untuk melanggengkan kekuasaan mereka dan membangun kastil serta gereja.
Dengan sejarah panjangnya, tambang garam Wieliczka menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga para penambang di Krakow dan kota sekitarnya. Tak heran jika tambang yang juga merupakan UNESCO First World Heritage ini kemudian dinobatkan sebagai Monumen Historis oleh pemerintah Polandia pada 1994.
Serbagaram
Secara keseluruhan, kedalaman tambang bawah tanah mencapai 327 meter dengan koridor sepanjang hampir 300 kilometer. Namun, jangan khawatir, area untuk wisatawan hanya sejauh 135 meter di bawah tanah dengan perjalanan sejauh 3 kilometer.
Area pertama ialah Danilowicz Shaft, tempat para pengunjung akan bertemu pemandu wisata. Semua kunjungan selalu disertai dengan kehadiran pemandu. Pengunjung akan dibawa turun melalui lift bergaya antik dengan jeruji-jeruji besi. Keluar lift, terdapat tangga-tangga kayu yang menurun. Anak tangga berjumlah 378 akan membawa pengunjung menyusuri koridor tambang.
Tak perlu cemas dengan gelap. Koridor dilengkapi penerangan yang memadai. Sirkulasi udara pun cukup baik sehingga tidak terasa pengap. Hanya, suhu di dalam tambang cukup dingin, berkisar 14-16 derajat celsius.
Seluruh bagian koridor terbuat dari garam. Dinding, atap, dan bahkan lantai. Jangan bayangkan warna putih garam meja dapur. Yang terlihat ialah dominasi warna keabu-abuan sehingga seperti terbuat dari batu. Coleklah sedikit dinding dan rasakan dengan indra pengecap Anda jika tak percaya.
Di sepanjang koridor, terdapat banyak ruangan yang cukup lega. Jumlahnya mencapai 2.350. Namun, hanya 20 yang bisa dikunjungi selama tur. Tedapat beragam patung yang menggambarkan sejarah tambang Wieliczka, termasuk proses tambang zaman dahulu. Pengunjung juga bisa melihat gambaran kehidupan pekerja tambang dan alat-alat yang digunakan.
Patung kuda dalam tambang banyak menarik perhatian. Kuda pekerja mulai dimanfaatkan pada abad 16 untuk menarik troli berisi garam maupun menghela roda penggerak. Begitu berharganya kuda, di tambang Wieliczka dibangun jalur khusus yang mudah dilewati kuda. Kuda terakhir bernama Baska, meninggalkan tambang pada 2002. Baska dilepas dengan upacara serupa melepas pekerja tambang.
Koridor dalam tambang dihiasi dengan puluhan patung dan ornamen hasil karya para pekerja tambang. Patung-patung raja dan orang berpengaruh turut hadir di ruang-ruang antara koridor. Salah satunya ialah Raja Casimir III the Great yang memerintah pada 1333-1370. Ia menyetujui hukum tambang yang disebut sebagai Laws of the Krakow Saltworks. Ada pula patung Nicolaus Copernicus, astronom Polandia, yang pernah mengunjungi tambang tersebut.
Tidak semua patung berdasarkan sosok nyata. Para pekerja juga membuat patung garam yang menggambarkan bagian kisah Putri Salju, yaitu tujuh kurcaci. Lampu warna-warni turut menambah keindahan patung kurcaci di depan 'rumah' mereka. Bisa ditebak, bagian inilah yang paling digemari pengunjung anak-anak.
Katedral bawah tanah
Para pekerja tambang garam sangat religius. Bisa jadi karena setiap harinya mereka bekerja di bawah tanah dan jauh dari keluarga. Belum lagi bahaya yang tiap saat mengancam hidup mereka.
Pun, masyarakat Polandia umumnya ialah pemeluk Katolik yang taat. Oleh karena itu, mereka banyak membangun kapel dalam tambang Wieliczka sampai-sampai dijuluki sebagai Poland's Underground Salt Chatedral.
Salah satu kapel yang paling populer ialah Chapel of Saint Kinga yang dibangun pada 1896. Alkisah, Kinga, putri King Bela IV Hungaria, merasa enggan dijodohkan dengan Boleslaw V the Chaste dari Polandia. Ia melemparkan cincin pertunangannya ke dalam sebuah lubang tambang garam di Hungaria sebelum bertolak ke Polandia.
Anehnya, cincin itu kemudian ditemukan di tambang garam Wieliczka, Polandia. Di tempat itulah para pekerja tambang mendirikan patung Santa Kinga yang menjadi pelindung tambang garam di Polandia. Patung tersebut terletak di altar utama kapel.
Kapel itu sendiri berada di kedalaman 101 meter di bawah permukaan tanah. Ruangan kapel sangat luas, sepanjang 50 meter dan setinggi 50 meter, dengan dua chandelier besar menggantung. Semuanya, termasuk chandelier, terbuat dari kristal garam.
Pada dinding kapel yang pembangunannya memakan waktu 70 tahun tersebut, dipasang lukisan-lukisan yang terinspirasi dari Kitab Perjanjian Baru, termasuk replikasi The Last Supper, mahakarya Leonardo da Vinci.
Salah satu patung dalam kapel ini ialah Paus Yohanes Paulus II yang berasal dari Polandia. Peresmian patung dilakukan setelah Paus melakukan kanonisasi Santa Kinga pada 16 Juni 1999.
Sebelumnya, penghormatan kepada Paus juga dilakukan dengan pembangunan The Chapel of St John Paul II yang terletak di ruangan lain dan hingga kini masih digunakan untuk kegiatan misa.
Ruangan-ruangan di bawah tanah Wieliczka itu dapat disewa untuk berbagai acara. Pernikahan, pertemuan bisnis, pelatihan, peragaan busana, dan konser musik. Demikian pula perayaan tahun baru menjadi tradisi di sini. Mungkin Anda ingin menghabiskan malam Tahun Baru di kedalaman tambang garam Wieliczka? (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved