Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KADAFI, Biduyana, I Komang Gede Tedja Mulya, Yusron Mudakhir, hingga Erica Hestu Wahyuni. Nama-nama itu mungkin sudah tak asing bagi para penikmat seni lukis.
Karya mereka kini sedang ditampilkan dalam pameran Tanda Mata III yang diadakan di Bentara Budaya Jakarta, pada Desember 2018 hingga Januari 2019. Pameran Tanda Mata sendiri sebenarnya bukanlah pameran yang baru diadakan di Jakarta. Sebelumnya, di Bentara Budaya Yogyakarta seri pameran Tanda Mata ini sudah mencapai pameran Tanda Mata XII yang dilaksanakan pada September 2018.
Kali ini di Jakarta, terdapat 16 lukisan dari 16 pelukis, yang secara keseluruhan memiliki kesamaan tema, yaitu moralitas. Seperti lukisan Kadafi yang diberi judul Sign of Love. Lukisan yang dibuat dalam kanvas berukuran 125 cm x 100 cm itu menunjukkan sebuah kartu as yang terdapat tubuh seorang perempuan serta sebuah minuman yang tumpah dan lambang hati pada bagian tengahnya.
Lukisan bergaya surealis itu memperlihatkan perempuan yang diibaratkan sebagai posisi tertinggi dalam permaainan kartu. Tanda cinta yang dimaksudkan Kadafi merupakan seorang perempuan yang tubuhnya seharusnya ditutupi selembar kain dan menghargai posisi tertingginya sebagai kartu as.
Lukisan lainnya dalam pameran ini ialah Satu dalam Raga, karya I Komang Gede Teja Mulya. Lukisan akrilik pada kanvas berukuran 200 cm x 145 cm tersebut memperlihatkan tujuh orang pemusik dari bali yang tengah berbincang dan para pemusik ini memiliki wajah unik, yaitu wajah orang-orang zaman purba.
Karya lainnya yang tidak kalah mengagumkan datang dari Budiyana, yang diberi judul Perawan Ndeso. Lukisan cat minyak pada kanvas berukuran 130 cm x 100 cm itu memperlihatkan seorang perempuan yang tengah duduk bersantai disebuah bale bambu. Perempuan berambut panjang itu terlihat sangat rupawan dengan sebuah bunga tersemat di telinganya. Namun, paha perempuan terlihat sangat besar, dua kali lipat dari ukuran tubuhnya. Budiyana memang dikenal dengan lukisan yang bergaya komikal dan jenaka.
Pameran Tanda Mata III ini menjadi sebuah bentuk dari interpretasi yang tidak hanya lugas. Kita juga diajak melihat tanda, simbol, warna, dan beragam hal lainnya untuk mengartikan maksud dari sebuah lukisan yang terkadang memiliki makna berbeda bagi tiap orang. Pameran Tanda Mata ini pun akan berlanjut pada Januari 2019 hingga Februari 2019 dengan nama pameran Tanda Mata IV. Pameran ini akan menampilkan karya dari seniman yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved