Keceriaan yang Terempas

M-1
30/12/2018 02:00
Keceriaan yang Terempas
(MI/Susanto)

KERAMAIAN berubah menjadi kesunyian.

Keceriaan berubah menjadi tangis kepedihan.

Canda dan tawa tak ubahnya halusinasi, semua menjadi sirna tatkala ombak berkekuatan mahadahsyat menerjang apa pun yang ada di hadapannya.

Tanpa pertanda, air bah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau disebut-sebut sebagai penyebab longsor bawah laut hingga memicu gelombang tsunami yang menewaskan ratusan orang Sabtu lalu.

Yang tersisa kini hanyalah benda-benda yang terkoyak, bahkan hancur. Potretnya ada pula di taman bermain dari sebuah resor pesisir Banten yang kini luluh lantak.

Memang kerusakan di berbagai tempat lainnya mungkin lebih parah. Namun, nasib secuil taman bermain itu sesungguhnya suara yang tidak kalah memilukan.

Membawa pertanyaan akan daya kebangkitan kehidupan dan pariwisata di pesisir selatan ujung barat Pulau Jawa itu. Tidak berhenti di situ, bagaimana pula kebangkitan itu akan memiliki sistem ketahanan bencana yang lebih baik?

Pertanyaan itu pula yang sesungguhnya jadi pekerjaan rumah bagi bangsa kita. Bangkit berkali-kali sudah kita buktikan, di berbagai masa dan di berbagai wilayah di Tanah Air. Namun belum terbukti, seberapa besar kita belajar dari bencana itu. Apakah perjalanan selanjutnya tidak ada bedanya dengan yang sudah atau kita memang bisa cerdas berkawan bencana? Semoga bukan yang pertama.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya