Saatnya Letakkan Gawai

Suryani Wandari Putri
28/12/2018 21:05
Saatnya Letakkan Gawai
()

 

Media sosial memungkinkan kita terhubung dengan siapa saja dan kapan saja, bahkan mempermudah komunikasi. Tetapi psikolog Kostadin Kushlev dari George Washington University, memperingatkan sosialisasi digital bukan pengganti koneksi manusia yang sebenarnya.

Memang banyak penelitian telah mendokumentasikan bagaimana ponsel pintar dapat merusak kualitas tidur seseorang. Bahkan dapat mengalihkan mereka dari kegiatan seperti biasanya.

Dilansir dailymail, Kostadin dan peneliti lainnya yang telah melakukan penelitian kepada banyak orang. Hasil mengejutkan bahwa menghentikan penggunaan gawai untuk berkomunikasi lebih baik bagi kesehatan mental.

"Dalam penelitian eksperimental saya telah menemukan bukti yang konsisten bahwa ponsel pintar dapat mengalihkan pengguna dari keluarga dan teman-teman tepat di depan mereka, seperti ketika berbagi makanan atau menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka," kata Kostadin.

Ia pun mencontohkan menggunakan aplikasi peta untuk mencapai satu tempat baru, akan meniadakan berinterksi orang lain, kehilangan kesempatan mengalami kebaikan orang asing yang membantu memberikan arahan ke toko atau bioskop. Secara tidak langsung kehilangan peluang untuk meningkatkan kesadaran tentang keterhubungan sosial.

Serupa dengan menggunakan ponsel untuk bersosialisasi. Dari penelitian di University of Virginia, Kostadin melacak perilaku sosial pada 174 orang selama seminggu. Setiap hari, ia mengirim kuisoner yang bisa diselesaikan dalam satu menit di ponsel mereka.

"Kami bertanya apa yang telah mereka lakukan dalam 15 menit sebelumnya, termasuk apakah mereka bersosialisasi secara langsung atau secara digital (seperti dengan mengirim SMS atau menggunakan media sosial). Kami juga bertanya seberapa dekat atau jauh perasaan mereka terhadap orang lain, dan seberapa baik atau buruk perasaan mereka secara keseluruhan,"  kata Kostadin.

Ia tak terlalu terkejut dengan hasilnya yang menunjukan, orang merasa lebih baik saat mereka bersosialisasi secara langsung, dibandingkan secara digital. Ini sesuai dengan penelitiannya selama puluhan tahun. "Kami tidak menemukan manfaat dari sosialisasi digital daripada tidak bersosialisasi sama sekali, meskipun penelitian kami tidak dirancang untuk mengeksplorasi perbedaan itu," tambahnya.

Ini menjadi penting karena orang-orang dalam penelitiannya merupakan generasi yang disebut digital natives. Mereka yang telah menggunakan ponsel pintar, tablet, dan komputer untuk berinteraksi sejak usia yang sangat muda.

Untuk itu, Kostadin menyarankan untuk tidak secara langsung menghilangkan gawai tapi membatasi penggunaan gawai. Dengan mengurangi, membuat aktivitas lebih produktif termasuk kualitas tidur.  Caranya, pengguna bisa mengaktifkan mode 'Jangan Ganggu' pada gawai dibutuhkan. Mode ini sudah ada pada Android dan iOS.

IOS misalnya, sudah menawarkan opsi untuk secara otomatis menyalakan Do Not Disturb saat mengemudi. Saat tidur, selain menjaga tidur dari godaan digital, pengguna bisa berhenti ketika mereka telah menggunakan aplikasi favorit di luar batas waktu. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya