Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Sudah beberapa minggu terakhir sejak Aquaman rilis di bioskop-bioskop seluruh dunia. Warner Bros tampaknya memang sedang gencar untuk memperbaiki kesalahan mereka dengan kecewanya para fans terkait film Justice League. Aquaman pun dihadirkan dengan format baru yang menyenangkan dan banyak scene komedi yang coba dihadirkan oleh sang sutradara James Wan. Namun, hal ini sepertinya belum cukup di mata para fans. Berikut 5 kesalahan di film Aquaman yang dilansir dari situs Forbes.com.
1. Terlalu lama 20 hingga 30 menit
Film berdurasi 2 jam 20 menit ini dinilai terlalu lama. Tidak masalah bila film ini menyenangkan. Nyatanya, banyak penonton yang jenuh dan tak jarang tertidur kala film masih diputar.
Ada sejumlah yang diulur-ulur, seperti saat Aquaman mendapatkan trisula nya, scene pertarungan dengan saudara tirinya Ocean Master dibuat sangat lama, antara pertemuan dan akhirnya mereka bertarung. Bahkan untuk menunggu after credit pun dirasa sangat melelahkan dan tidak tertarik untuk menunggunya.
Meskipun tak terlalu menolong, jika memotong banyak adegan awal mungkin akan membantu film ini bisa lebih baik lagi. Peran sang penjahat yaitu Black Manta dirasa tidak terlalu dibutuhkan. Plot dalam film ini pun dirasa terlalu lama sekaligus terlalu cepat sehingga akan sulit untuk mengingat siapa saja tokoh yang berada dalam film ini.
2. Kurang realitas kehidupan manusia
Adegan menarik justru saat preman tengah memegang pundak Arthur dan seakan ingin memulai perkelahian dengan Arthur. Justru sang preman ingin berfoto bersama Arthur yang dikenal sebagai Aquaman dan di sini kisahnya terlihat sangat realis dan sangat menarik.
Momen menarik lainnya saat perjalanan Arthur dan Mera mencari trisula emas. Di sini kisah romansa yang tersaji sangat baik dan pertemuan dengan Quen Atlanta yang disangka telah mati. How to train your dragon 2, dan Antman and the wasp jauh lebih baik dalam menghadirkan bagaimana pertemuan tak fisangka dengan ibu yang dikira sudah lama meninggal.
Meskipun begitu, film ini dirasa tidak terlalu mengembangkan cerita-cerita detail seperti saat Arthur kecil, bagaimana ia berlatih dengan vulko, dan lainnya. Film ini justru menghadirkan aksi yang besar sedangkan cerita mulai kabur. Hal ini diibaratkan mendengarkan lagu yang hanya berisikan paduan suara saja. Aquaman bisa dikatakan gagal mengembangkan kedua karakter utama mereka.
3. Aksi dan CGI yang terlalu mendominasi.
Bisa dikatakan, film ini tak mengembangkan cerita dari setiap karakter. Film ini menyajikan CGI yang luar biasa dan setengah dari film ini pun ditampilkan di bawah air. Banyak terdapat ledakan dan monster-monster bawah laut yang luar biasa. Aquaman dikatakan terlalu fokus pada menampilkan tayangan yang baik tanpa terlalu mementingkan detail kecil dan humanis. Berbeda dengan film-film Marvel yang bisa dikatakan sangat menyadari pentingnya keseimbangan antara aksi dan detail kecil serta sisi humanis. Hal ini lah yang membuat Marvel masih unggul dari DC.
Film Aquaman memilik plot yang buruk, membosankan, mudah ditebak dan meskipun Warner Bros berusaha keras dengan memberikan tampilan yang baik, nyatanya ini tidak mempengaruhi apa pun.
4. Penjahat yang buruk.
Motivasi yang penjahat utama King Orm atau Ocean Master dirasa sangat tidak jelas. Tokoh ini dikatakan tidak memiliki keyakinan dan justru membuat penonton bingung, mengapa Aquaman harus berhadapan dengan penjahat seperti ini.
Situs ini pun membandingkan Orm dengan Erik Killmonger dari film Black Panther. Penjahat di film Black Panther dikatakan memiliki motivasi yang baik dan kejelasan dari sikapnya pun sangat tertata dengan baik. Killmonger juga benar mengenai Wakanda yang mengisolasi diri dari luar dan cerita dihadapkan pada Black Panter yang merupakan raja yang belum terbentuk secara utuh dengan penjahat yang simpatik. Black Panther pun menjadi seseorang yang lebih baik lagi karena Erik Killmonger.
Aquaman sendiri bisa dikatakan tak memiliki kedalaman cerita dan refleksi diri yang baik. King Orm tak memiliki kejelasan yang pasti mengenai keinginannya untuk menghancurkan dunia atas dan Aquaman juga tak banyak belajar dari kejadian pertarungannya dengan King Orm. Tak ada refleksi diri dari Aquaman terhadap kejahatan King Orm.
5. Gagal dalam cerita dan lainnya
Aquaman ingin menghadirkan kisah dari seorang anak yang lahir dari dua dunia, dapat tumbuh dan menyadarkan kedua dunia ini bisa menjadi satu. Sayang gagal dibawakan di film ini, karena ia tidak benar benar menyatukan kedua dunia ini. Tidak ada pertarungan antara dunia atas dan dunia atlantian yang bisa dia selesaikan, yang hadir hanya pertarungan antara atlantian satu sama lain.
Aquaman memiliki ketidakutuhan cerita, ia tak berjuang untuk apa pun. Banyak humor yang bisa dikembangkan namun hanya berlalu begitu saja ditimpa adegan aksi dan ledakan yang begitu banyak dan besar. Koreografi pertarungan pun sangat baik sebenarnya dibandingkan dengan koreografi pertarungan trisula. Namun semua itu hadir terlalu banyak dan membuat penonton sangat kelelahan menonton film ini.
Meskipun Aquaman hadir dengan kekurangan, nyatanya film ini juga telah meraup total US$483 juta di seluruh dunia. Aquaman diketahui meraup US$72,1 juta pada hari pembukaan filmnya. Total penghasilan dari film Aquaman ini sebenarnya berada di angka US$482,8 juta di seluruh dunia. Termasuk US$410 juta di luar negeri dan US$233 juta di Tiongkok. Diperkirakan nantinya akan mencapai lebih dari US$500 juta setelah hari natal. Dengan semua kritik, ulasan, dan beragam komentar dari semua penggemar DC maupun Marvel, film ini akan menjadi sumber perolehan dana Warner Bros yang besar. (Forbes/M-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved