NIRINA ZUBIR Jadi Ibu Perlu Proses Belajar

Abdillah Muhammad Marzuqi
23/12/2018 06:45
NIRINA ZUBIR Jadi Ibu Perlu Proses Belajar
(DOK INSTAGRAM)

Ia banyak mendapat pelajaran berharga saat mendalami karakter Mak. Menjadi seorang ibu yang baik tidak bisa secara serta-merta, tetapi penuh proses pembalajaran.

NIRINA Zubir, 38, selama ini dikenal sebagai aktris yang akrab dengan film komedi, termasuk di film bergenre komedi dengan sentuhan action dan horor berjudul 5 Cowok Jagoan: Rise of the Zombies.

Namun, dalam film terbarunya, Keluarga Cemara, ia keluar dari karakter yang selama ini melekat. Di film tersebut, perempuan bernama lengkap Nirina Raudhatul Jannah Zubir itu berperan sebagai Mak. Ia berpasangan dengan Ringgo Agus Rahman yang berperan sebagai Abah, suaminya.

Ia menjadi karakter seorang ibu dengan tiga anak yang sedang dihadang permasalahan ekonomi keluarga. Bersama Abah, Mak harus mengatasi masalah tersebut, termasuk menjalani kehidupan baru.

Akibat masalah itu, dua dari tiga anak mereka, Euis (Zara JKT 48) dan Ara (Widuri Puteri), juga harus menghadapi masalah lain sendiri-sendiri. Euis harus pindah sekolah dan beradaptasi dengan teman-teman barunya. Demikian halnya Abah, juga harus berganti pekerjaan.

"Saya bersyukur. Sebagai pemeran karakater dan watak, sebagai orang seni, ini adalah karakter yang didambakan," kata Nirina sebelum gala premiere film Keluarga Cemara di Jakarta, Kamis (20/12).

Bagi Nirina, petualangan karakter dalam setiap film yang dijalani selama ini ialah semacam liburan karakter. Ia bisa menjadi karakter yang tiba-tiba saja berbeda dengan karakter sebelumnya. Seperti halnya ketika ia harus berperan sebagai Mak. Peran itu jauh berbeda dengan karakternya dalam film-film komedi yang ia bintangi.

"Di sini saya diberikan karakter yang saya dambakan. Inilah yang membuat saya senang pada dunia seni. Ini ibarat liburan karakter," tambah aktris yang memulai debutnya dari film 30 Hari Mencari Cinta itu.

Keluarga Cemara merupakan karya sutradara Yendy Laurens yang diangkat dari serial televisi legendaris karya Arswendo Atmowiloto pada era 1990-an. Film ini memperlihatkan keluarga sederhana yang penuh kehangatan dan kasih sayang. Dalam kehidupan sederhana yang harus dijalani, mereka perlahan menemukan bahwa harta yang paling berharga ialah keluarga.

Nirina berharap semangat dalam film tersebut bisa sampai kepada pemirsa, termasuk semangat tentang sosok seorang ibu dalam peran keluarga.

"Di sini (Keluarga Cemara), karaker Nirina sama Mak jauh banget. Nirina menemukan karakter yang bisa dipelajarinya di film ini. Ini yang dibutuhkan dari film, yaitu memberikan inspirasi dan pelajaran hidup," tambahnya.

Untuk pendalaman karakter Mak, ia mengaku banyak mendapat pelajaran berharga, antara lain bahwa menjadi seorang ibu yang baik tidak bisa serta-merta, tetapi penuh proses pembalajaran.

Guru terbaik, kata Nirina, ialah pengalaman sehingga dalam proses film tersebut ia pun mendapat banyak pelajaran berharga. "Selama menjadi ibu pun, saya enggak ada buku petunjuk menjadi ibu. Semua learning by doing," sambungnya.

Nirina berharap film Keluarga Cemara bisa menjadi film yang menginspirasi seluruh keluarga Indonesia, sekaligus menjadi kado indah untuk mengawali perjalanan tahun depan. Film ini dijadwalkan dirilis untuk publik pada 2 Januari 2019. (H-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya