Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Lewat dance cover, muda mudi penyuka tari merasa kepuasan yang lebih karena mencicipi sensasi layaknya artis.
TUJUH kelompok tari itu bergiliran menunjukkan kebolehan mereka di atas panggung. Namun, gerak tari mereka tidak berbeda. Hanya formasi penari dan kostum yang berbeda di antara kelompok itu.
Tidak heran, tujuan suguhan tarian mereka memang bukan kreativitas dalam koreografi, melainkan untuk semirip mungkin dengan gerak tari yang dijadikan acuan dan itu ialah tarian dari grup K-pop (Korean-pop) terkenal.
Begitulah dance cover yang saat ini sedang menapaki popularitas di kalangan penari Indonesia. Tujuh tim yang tampil tersebut ialah The Blessha asal Jakarta, Aozora (Palembang), Cheer4Sweat (Jakarta), Good Fellaz (Yogyakarta), Igeneration (Jakarta), WestJVCrew (Bandung), dan 7Steps (Jakarta).
Penampilan mereka pada Rabu (19/12) itu, sebagai finalis kompetisi #sweatdancecover yang diselenggarakan Pocari Sweat. Mereka lolos setelah bersaing dengan sekitar 1.400 grup tari lainnya.
Pada dasarnya, dance cover berarti meniru gerak tarian asli. Jenis atau aliran tari yang di-cover seberagam aliran tari itu sendiri, tetapi yang kini tengah booming di Tanah Air memang koreografi yang ada di klip video lagu-lagu artis K-pop.
"Jadi, sebenarnya cover itu kan ikutin koreo kalau pada umumnya. Tapi sekarang kan K-pop yang lagi booming," ujar Irsyad Saefurohman dari WestJVCrew yang berangkat dari street dance.
Tidak sekadar mengikuti tren, ia mengatakan, ada daya tarik lain yang mendorongnya menjajal dance cover. Pria berusia 24 tahun itu mengaku merasa layaknya artis ketika tampil melakukan dance cover.
Hal yang sama diakui Jessy Nirmala Sari dari 7Steps. "Kalau K-pop, nuansa senangnya itu kan ceritanya kita meniru artisnya. Jadi, kayaknya kita jadi artisnya. Jadi, benar-benar mendalami karakter artisnya itu. Mungkin sehari-hari aku biasa saja, tapi ketika sedang menari cover K-pop, aku berasa jadi artisnya," ujar Jessy.
Meski meniru, mereka mengaku, sesungguhnya tetap ada keunikan yang dimunculkan. Keunikan itu pula yang membuat mereka dapat berbeda dari grup peniru lainnya.
"Enaknya kalau cover kan artinya meniru. Jadi, kita enggak usah pusing-pusing bikin. Jadi, kita harus benar-benar teliti, sabar, memperharikan banget untuk bisa meniru sebaik mungkin. Cuma yang menjadi tantangan adalah kita bisa memberi warna tersendiri yang membedakan dengan tim lain," tambah Karina Syahna, 24, dari I'Generation.
Berbagai profesi
Meski seluruh personel grup tari itu tampak luwes, nyatanya latar belakang mereka berbeda-beda. Bukan hanya penari profesional, melainkan juga ada karyawan kantoran, pekerja lepas, hingga guru untuk anak berkebutuhan khusus.
"Mungkin karena dance sudah menjadi passion ya bagi kami. Jadi, mau sesibuk apa pun kita, sebeda karakter apa pun kita, dan juga pengorbanan yang kita buat, ya itu memang kita balik lagi mengaku karena dance. Karena memang bisa membuat kita semacam refreshing dari kepenatan kita sehari-hari. Terus juga menjadi media kita buat berkomunikasi, berekspresi, dan menyampaikan pesan," terang professional dancer dan guru untuk anak berkebutuhan khusus, karina.
Meski beragam profesi, kebanyakan mereka memang sudah mengenal tari sejak kecil, seperti para personel dari Aozora, mereka rata-rata sudah tumbuh bersama dengan seni tari.
"Kalau kita rata-rata suka dance dari kecil. Kalau Lendy dari kelas 6 SD, dari traditional dance, cheerleader, modern dance, hip-hop, K-pop, sampai sekarang," ujar Lendy Melinda, 22, dari Aozora.
Berbagai jenis tarian itu pun tetap ditekuni meski kini sedang larut dalam tren dance cover. Bagi kebanyakan mereka, dance cover hanyalah satu warna yang menambah keseruaan dunia tari.
Meski bagi sebagian orang, dance cover mungkin dianggap sepele, hal itu tidak menjadi soal. Bagi mereka, selama seni gerak itu mendatangkan kegembiraan, tetaplah sebuah bentuk karya yang patut diapresiasi. (M-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved